
Ahli gizi Marudut
JawaPos.com – Pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat membandingkan pilihan makan daging dengan keong sawah menjadi viral. Pernyataan Amran mengundrang kontroversi di kalangan warganet. Menanggapi hal itu, Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan, Marudut melontarkan pernyataan tegas.
Menurutnya semestinya pengganti daging sapi dikala harga daging sapi mahal bisa mencari subtitusi protein yang lain, bukan keong sawah. Pasalnya, imej keong sawah yang berlendir tentu tak semuanya diminati masyarakat luas.
“Yang normal sajalah, keong boleh tapi kita membayangkan keong saja sulit. Imej berlendir itu sudah membuat kita mengurungkan niat konsumsi,” ujarnya kepada wartawan di acara konferensi pers bersama Frisian Flag di Jakarta, Selasa (5/12).
Marudut menjelaskan keong sawah tidak terlalu ideal untuk menjadi protein substitusi atau pengganti daging sapi. Dia menyarankan ikan justru melimpah stoknya dan sangat baik menjadi pengganti protein hewani.
“Ikan sajaberlebih kenapa enggak ikan saja? Pada daerah tertentu mungkin masih ada keong sawah bisa dikonsumsi. Tapi kan daerah lain mendapatkannya susah,” tukasnya.
Belum lagi, kata Marudut, keong sawah mempunyai kandungan lender dan sedikit toksik atau racun. Meski keong sawah juga mengandung protein hewani, namun Marudut menyarankan ikan jauh lebih baik dipilih.
“Sampai saat inisaya belum baca apakah ada perbedaan signifikan antara daging dan keong sawah. Cuma dua-duanya protein yang baik meskipun keong sawah ada toksik sedikit ya,” tuturnya.
Apalagi cara memasak keong sawah juga sedikit lebih rumit ketimbang daging dan ikan. Masyarakat harus mengolahnya dengan cara memisahkan racunnya terlebih dahulu.
“Ketersediannya sedikit, tak mudah mendapatkannya. Dan cara memasaknya harus memisahkan lendirnya,” katanya.
Sebelumnya Menteri Amran mengucapkan agar masyarakat memilih makan protein pengganti keong sawah di kala harga daging sedang tinggi. Pernyataan itu diungkapkannya saat meninjau harga beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
