Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Desember 2017 | 06.38 WIB

Heboh Keong Sawah, Pilih yang Normal Saja!

Ahli gizi Marudut - Image

Ahli gizi Marudut

JawaPos.com – Pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat membandingkan pilihan makan daging dengan keong sawah menjadi viral. Pernyataan Amran mengundrang kontroversi di kalangan warganet. Menanggapi hal itu, Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan, Marudut melontarkan pernyataan tegas.


Menurutnya semestinya pengganti daging sapi dikala harga daging sapi mahal bisa mencari subtitusi protein yang lain, bukan keong sawah. Pasalnya, imej keong sawah yang berlendir tentu tak semuanya diminati masyarakat luas.


“Yang normal sajalah, keong boleh tapi kita membayangkan keong saja sulit. Imej berlendir itu sudah membuat kita mengurungkan niat konsumsi,” ujarnya kepada wartawan di acara konferensi pers bersama Frisian Flag di Jakarta, Selasa (5/12).


Marudut menjelaskan keong sawah tidak terlalu ideal untuk menjadi protein substitusi atau pengganti daging sapi. Dia menyarankan ikan justru melimpah stoknya dan sangat baik menjadi pengganti protein hewani.


“Ikan sajaberlebih kenapa enggak ikan saja? Pada daerah tertentu mungkin masih ada keong sawah bisa dikonsumsi. Tapi kan daerah lain mendapatkannya susah,” tukasnya.


Belum lagi, kata Marudut, keong sawah mempunyai kandungan lender dan sedikit toksik atau racun. Meski keong sawah juga mengandung protein hewani, namun Marudut menyarankan ikan jauh lebih baik dipilih.


“Sampai saat inisaya belum baca apakah ada perbedaan signifikan antara daging dan keong sawah. Cuma dua-duanya protein yang baik meskipun keong sawah ada toksik sedikit ya,” tuturnya.


Apalagi cara memasak keong sawah juga sedikit lebih rumit ketimbang daging dan ikan. Masyarakat harus mengolahnya dengan cara memisahkan racunnya terlebih dahulu.


“Ketersediannya sedikit, tak mudah mendapatkannya. Dan cara memasaknya harus memisahkan lendirnya,” katanya.


Sebelumnya Menteri Amran mengucapkan agar masyarakat memilih makan protein pengganti keong sawah di kala harga daging sedang tinggi. Pernyataan itu diungkapkannya saat meninjau harga beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore