
Aksi demo FPI di depan Balai Kota 14 Oktober lalu
JawaPos.com - Ketidaktegasan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dianggap penyebab Aksi Bela Islam II di Jakarta, Jumat 4 November 2016.
Politikus Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa mengungkapkan, andai saja Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diproses hukum terhadap kasus dugaan penistaan agama Islam, aksi 4 November 2016 tidak akan terjadi.
"Inikan kesimpulannya Kapolrinya nggak bener. Kapolrinya yang tidak menegakkan hukum. Inilah yang menyebabkan demo hari ini," tegasnya saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (3/11).
Sejatinya, lanjut Desmond, aksi yang menyebabkan ribuan umat Islam akan mengepung Jakarta besok tidak diharapkan.
"Inikan sebenarnya tidak kita harapkan. Jadi, biang kerok demo ini kan di Polisi yang takut dengan Ahok atau orang yang ada di belakang Ahok," tutur wakil ketua komisi III DPR itu.
Desmond menegaskan, sosok yang ada di belakang Ahok sehingga dia tak diproses adalah orang yang mampu memecat Kapolri dan Kabareskrim itu sendiri. (dna/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
