
Dudung (65) warga yang tak jauh dari tempat tinggal kediaman Ketum PPP Romahurmuziy di Jalan Batu Ampar III, RT 4 RW 3, Kelurahan Batu Ampar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/3).
JawaPos.com - Seorang warga yang tak jauh dari tempat tinggal kediaman Romahurmuziy alias Rommy, tak menyangka kalau Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu telah ditangkap oleh KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT), di Surabaya, Jawa Timur. Warga sekitar menyebut, Rommy terbilang orang terpandang.
"Masa sih mas (ketangkep)? Serius? Ya ampun kaget saya. Berapa bulan yang lalu banyak dikunjungin tamu-tamu. Mobilnya bagus-bagus lagi," kata Dudung yang tinggal di dekat kediaman Rommy, di Jalan Batu Ampar III, RT 4 RW 3, Kelurahan Batu Ampar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/3).
Dalam bersosialisasi, kata Dudung, dia menyebut kalau Rommy jarang berkumpul dengan warga. Namun, Rommy sering membagikan makanan setelah ibadah salat Jumat.
"Ya gitu sih, jarang berkumpul. Karena sibuk kali ya. Tapi sering ngasih-ngasih makanan kalau abis salat Jumat. Kalau puasa setiap hari ngasih makanan," ucapnya.
Dudung mengaku, kalau Rommy belum lama menempati rumah tersebut. Rumah itu dibagi menjadi dua bagian, sebelah kanan merupakan kediaman pribadi Rommy beserta istri dan satu anaknya. Sedangkan di sebelah kiri digunakan sebagai kantor tempat Rommy menjamu tamunya dan melakukan sejumlah kegiatan kepartaian.
"Itu rumah baru setahun. Awalnya dia beli yang jadi tempat tinggalnya. Enggak lama setelah itu beli lagi di sebelahnya. Bangunan baru kok semuanya itu," ungkap Dudung.
Sebelum tinggal di sana, Rommy menempati rumah yang letaknya tak jauh dari daerah tersebut. Namun rumahnya yang dulu tak semegah seperti yang sekarang. "Kalau dulu rumahnya di dekat sini juga, daerah Duri Bulan. Di dalam gang, enggak seperti yang sekarang di pinggir jalan. Cepet banget itu jadinya, setahun jadi dua bangunan gede-gede. Kayak bangun Candi," pungkasnya.
Sebelumnya, KPK membenarkan jika pihaknya menangkap Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Selain itu dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Jatim tersebut, tim lembaga antirasuah juga menciduk seorang pejabat Kemenag dan tiga pihak lain. Ihwal adanya hal ini dibenarkan juru bicara KPK Febri Diansyah.
“Jadi yang dilakukan KPK adalah melaksanakan tugas sesuai UU dan hukum acara yang berlaku. Ini bukan transaksi pertama. 5 orang tersebut ada dari unsur penyelenggara negara dari DPR, kemudian ada unsur swasta, dari pejabas Kemenag di daerah,” terang juru bicara KPK Febri Diansyah, di di kantornya, Jumat (15/3).
Saat ini, para pihak tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Jatim, sebelum statusnya dinaikkan ke tingkat penyidikan. “Sesuai hukum acara yang berlaku, ada waktu paling lama 24 jam. Nanti akan ditentukan status hukum perkaranya,” jelas mantan aktivis antikorupsi tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
