Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Desember 2018 | 17.57 WIB

PT Smelting Bantah Terlibat dalam Kasus Suap Eni Saragih

Eni Saragih saat akan menjalai sidang perdana - Image

Eni Saragih saat akan menjalai sidang perdana

JawaPos.com - PT Smelting dengan tegas membantah terlibat dalam kasus dugaan gratifikasi, dengan terdakwa Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. Sebab dalam dakwaan disebut Direktur PT Smelting memberikan gratifikasi senilai Rp 250 juta.


Perusahaan peleburan, dan pemurnian yang mengolah bahan baku berupa konsentrat itu menegaskan, tidak ada kaitan sama sekali dengan permohonan izin impor limbah tembaga (copper slag).


Assisten Manager General Affair PT Smelting, Dwi Bagus Hariyanto mengungkapkan, setelah Direktur PT Smelting, Prihadi Santosa disebut-sebut dalam surat dakwaan mantan Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih. PT Smelting justru memproduksi copper slag sebagai produk sampingan.


"Karena itu, PT Smelting tidak mempunyai kepentingan sama sekali untuk mendapatkan izin impor copper slag. Jika ada seseorang mengaku meminta izin impor copper slag, maka dia bertindak bukan atas nama PT Smelting," kata Bagus dalam keterangannya, Sabtu (1/12).


Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa pada Kamis (29/11) di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Prihadi disebut telah memberi gratifikasi kepada Eni yang ditangkap KPK dalam kasus PLTU Riau-1.


Dia dimintai Eni uang Rp250 juta setelah mempertemukan Prihadi, dengan Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup, untuk mengurus izin impor limbah B3.


"Kami tidak pernah atas nama perusahaan melakukan, apalagi memerintahkan Direktur PT Smelting untuk memberikan gratifikasi dalam pengurusan impor," tegasnya.


Jika gratifikasi tersebut benar, lanjut dia, maka pihak manapun yang mengaku itu tidak bertindak untuk kepentingan PT Smelting. Tindakan itu adalah untuk kepentingan pribadi yang bersangkutan.


PT Smelting adalah pabrik peleburan dan pemurnian yang mengolah bahan baku berupa konsentrat dari tambang PT Freeport Indonesia yang ada di Mimika, Papua. Produknya adalah anoda tembaga, yang 60 persen produknya diekspor ke luar negeri.


"Selain punya produk sampingan copper slag, kami juga memproduksi Acid (asam sulfat) yang sepenuhnya untuk memasok kebutuhan pabrik pupuk Petro Kimia Gresik," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore