SUPERPAWRENT: Rangga memanggul Chloe.
Rangga Yusuf menjadikan pawrenting selangkah lebih maju. Tidak sekadar merawat dan mengasuh para momongan, hair stylist langganan selebriti itu juga bisa menjelma menjadi ”bidan” sekaligus. Bukan hanya satu kali dia membantu kelahiran normal anjing-anjing betinanya.
---
SAMA dengan manusia, anjing yang hendak melahirkan gelisah. Tanda-tanda itu ditangkap dengan baik oleh Rangga. Dia selalu sigap jika hari perkiraan lahir (HPL) momongannya sudah dekat. Rangga menyiapkan tempat khusus dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam persalinan. Yang paling penting, dia juga harus mempersiapkan mental dan fisiknya.
Misalnya, yang terjadi sekitar 11 pekan lalu saat membidani kelahiran anak-anak Chloe. Rangga menemani Dalmatian 2 tahun tersebut hingga larut malam. ”Itu berjam-jam. Dari anak pertama, kedua, ketiga, sampai ketujuh, proses nungguinnya beda-beda,” ungkapnya kepada Jawa Pos Jumat (7/4).
Begitu bayi ketujuh lahir dengan selamat, Rangga harus memastikan bahwa Chloe menyusui semua anaknya. Untungnya, naluri keibuan Chloe sangatlah kuat. Ia sangat protektif terhadap anak-anaknya.
Chloe juga terlihat sangat menikmati masa-masanya menyusui tujuh bayinya. ”Bener-bener disusuin. Aku cuma kayak jagain sehari-dua hari. Ternyata Chloe udah pinter,” papar Rangga.
Kendati demikian, satu di antara tujuh anak Chloe mati karena tiba-tiba sesak napas. Itu terjadi saat puppy tersebut berusia 2 pekan. Menurut Rangga, bayi-bayi anjing memang rentan. Jadi, pawrent dan induknya harus memberikan perhatian ekstra pada masa-masa rawan.
Sebelum membantu persalinan Chloe, Rangga pernah punya pengalaman seru dengan anjing pudelnya. Ketika itu persalinan direncanakan normal. Namun, ternyata setelah bayi pertama lahir, bayi berikutnya sungsang. Sempat panik, dia langsung ambil langkah tepat. Dibawanya sang pudel ke dokter hewan. ”Caesar akhirnya,” kata Rangga.
Sekitar dua tahun lalu, Rangga juga membawa Vanilla ke dokter hewan untuk melahirkan secara Caesar. French bulldog 5 tahun itu tidak melahirkan secara normal karena berisiko tinggi. Rangga mengungkapkan bahwa hidung Vanilla yang pesek bisa menghambat persalinan karena ketika mengejan dibutuhkan napas yang panjang. Khawatir Vanilla tidak bisa melakukannya, Rangga pun membawanya ke klinik.
”Sebenernya bisa normal, tapi kemungkinan bayinya hidup itu kecil. Nggak bisa semuanya hidup. Makanya Caesar biar ibu dan bayinya selamat,” jelas pria yang berulang tahun setiap 26 Desember tersebut.
Yang menarik, setelah membawa pulang Vanilla dan tujuh ekor bayinya, Rangga harus mempersiapkan tempat khusus. Induk dan bayi-bayinya dipisahkan. Selain itu, kriteria tempat tidur bayi-bayi Vanilla harus khusus. Karena memiliki dada yang lebar dan cenderung lurus, bayi-bayi itu tidak bisa diletakkan di permukaan yang rata. Harus ada gundukan-gundukan yang dibuat dari kain sebagai alas berbaring.
Vanilla (kiri) berpose bersama Chloe.
”Karena memang baru kali pertama punya anakan French bulldog dari lahir, jadi aku masih belajar. Sampai sekarang pun aku masih belajar, masih ngulik,” tuturnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
