
Salah satu jenis ikan beta jenis Crowntail Plakat di Boston Beta Farm, Tangerang Selatan, Kamis (16/03/2023). Hanung Hambara/Jawa Pos
JawaPos.com - Tren ikan cupang di kalangan penghobi selalu berkembang. Setiap tahun, ada saja varian baru yang muncul dan jadi buruan.
Lalu, bagaimana tren ikan cupang pada 2023?
Pakar ikan cupang Dominikus Ferdinand menyebut cupang jenis crowntail plakat sedang menjadi tren baru di Indonesia pada 2023. Seperti namanya, cupang itu merupakan hasil perkawinan silang antara jenis crowntail atau serit dan plakat.
Karena hasil persilangan itulah, bentuk tubuh dan sirip ikan jenis tersebut juga mencerminkan ’’kombinasi’’ keduanya.
’’Jadi, bentuknya kayak plakat biasa ekor pendek, tapi ada seritnya,’’ ujarnya ditemui di Farm Boton Betta, Tangerang Selatan, Kamis (16/3). Di dunia internasional, lanjut dia, crowntail plakat sejatinya bukan hal baru.
Di sejumlah negara seperti Thailand dan wilayah Eropa, jenis itu sudah ditemui dan dipelihara sebelumnya. Namun, di Indonesia baru ramai sekarang.
Naiknya tren crowntail plakat, kata dia, dipengaruhi banyak hal. Dari sisi kompetisi, saat ini sudah ada kelas tersendiri yang dipertandingkan di Indonesia. Hal itu memacu penghobi untuk merawat dan ikut kontes.
Kemudian, karena untuk level Indonesia jenis tersebut tergolong baru, muncul rasa penasaran. ’’(Apa pun) yang baru suka jadi tren,’’ kata Domi, sapaannya.
Di Indonesia, Boston Betta menjadi salah satu tempat pembibitan jenis crowntail plakat. Di situ, Domi yang memilah langsung bibit untuk dikawinkan.
Untuk menghasilkan kualitas dan warna yang bagus, dia juga memilah bibit yang baik. Selain itu, kombinasi warna indukan jantan dan betina disesuaikan. ’’Kalau cari warna, kami mengawinkan warna yang diincar. Anaknya nanti bisa mendekati itu,’’ jelasnya.
Proses persilangan dilakukan seperti umumnya. Tingkat kegagalannya juga ada. Mulai gagal kawin, jantan memakan telurnya, hingga faktor genetik yang tidak sesuai.
’’Kalau genetiknya nggak pas, anaknya bisa cacat. Badan bengkok, nggak ada sirip dasi, dan lain-lain,’’ jelasnya.
Di usia cupang 2–3 bulan, Domi biasanya sudah bisa mendistribusikan kepada para peminat. Untuk crowntail plakat, dia biasa membanderolnya Rp 200 ribu–Rp 2 juta. ’’Yang sudah menang kontes bisa dijual Rp 1 juta–Rp 2 juta,’’ jelasnya.
Faktor lain yang memengaruhi harga adalah tingkat kecantikannya. Mulai komposisi tubuh hasil persilangan, konsistensi warna, hingga mental ikan saat saling berhadapan dengan ikan lain.
Peminat cupang koleksi Boston Betta berasal dari berbagai kalangan, baik dalam maupun luar negeri. Untuk luar negeri, Domi sudah bisa menembus pasar Asia.
Perawatan cupang crowntail plakat relatif sama dengan jenis lainnya. Yang utama adalah menjaga kualitas air. Mulai mengganti secara rutin hingga menambahkan zat yang menyehatkan cupang.
Biasanya Domi menggunakan garam, general tonic, dan daun ketapang. Untuk pakan, Domi menggunakan jentik, kutu air, dan pelet. Ketiganya dikombinasikan secara bergiliran.
’’Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Harus saling melengkapi,’’ tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
