
IRIT LAHAN: Beberapa jenis sayuran yang ditanam dengan geotextille vertical garden. Dengan metode ini, hasil panen jauh lebih banyak dari pada cara tanam konvensional. (FRIZAL/JAWA POS)
Photo
IRIT LAHAN: Beberapa jenis sayuran yang ditanam dengan geotextille vertical garden. Dengan metode ini, hasil panen jauh lebih banyak dari pada cara tanam konvensional. (FOTO: FRIZAL/JAWA POS)
Karena menggunakan kantong, tidak semua jenis tanaman bisa ditanam dengan geotextile. Hanya tanaman dengan akar tidak terlalu besar seperti sayuran. ”Kalau ditanami pohon mangga, pohon jambu, ya bisa jebol kantongnya. Di kebun saya yang pakai geotextile kebanyakan sayuran, rencana mau nanam stroberi,” kata pemilik Ovegi Garden tersebut.
Vertical garden tidak hanya unggul dari segi lahan. Secara estetika pun lebih indah dan bersih jika dibandingkan dengan sistem konvensional. Controlling juga lebih mudah. Tidak perlu banyak tenaga untuk mengawasi. Pengairan pun tinggal disiram layaknya menyiram kebun. ”Kalau konvensional kan lahannya luas, orang keliling ya capek. Petani kan identik dengan becek-becekan di tanah lempung, pakai sepatu bot. Dengan metode ini, petani juga bisa nggak jorok kok,” ungkap petani yang juga seorang dokter kecantikan tersebut.
Kelebihan geotextile lainnya adalah bisa dimanfaatkan hingga bertahun-tahun. ”Asal tidak robek atau bolong pas panen kayak mungkin kena sekop. Selama hati-hati, bisa dipakai berkali-kali. Hasilnya juga lebih banyak berkali-kali lipat daripada lahan flat,” ungkapnya.
Photo
Sakri membantu proses penanaman. (Boedi Raharjo untuk Jawa Pos)
Selain geotextile vertical garden, Boedi menggunakan sistem hidroponik. Konsepnya adalah taman edukatif. ”Kami jadi tempat jujukan wisata edukatif. Kemarin ada rombongan kelompok tani dari daerah Trawas. Mereka mengeluhkan beli tanah mahal. Mengurusnya juga susah karena butuh tenaga yang banyak,” jelasnya.
Meski begitu, teknik berkebun dengan geotextile vertical garden ini membutuhkan ketelatenan penuh. Dalam hal pemupukan, misalnya. Jika menanam di tanah, pupuk tinggal ditabur dengan dilempar-lempar. Tidak demikian dengan geotextile. Pupuk harus dimasukkan satu per satu ke kantong setiap tanaman. Padahal, satu poket bisa berisi ratusan tanaman. ”Kami konsepnya zero waste. Jadi, tanaman sayur yang jelek dibusukkan menjadi kompos. Karena poket-poket, jadi mesti satu poket kami kasih kompos satu per satu. Berapa ratus kantong dalam satu kebun itu harus dituang sesendok-sesendok,” ungkap Boedi.
Untuk mengurus kebun, dia dibantu Sakri, pekebun. ”Beliau yang merawat sistem penanaman,” lanjutnya.
Menurut dia, jika niatnya produksi banyak tanaman, tentu yang dirawat juga banyak. Dengan begitu, panen atau menyemai otomatis jauh lebih melelahkan. Namun, hal itu sebanding dengan keuntungan yang didapat. Yang terpenting mau keluar biaya di awal dan telaten.
---
UNTUNG RUGI MENANAM ALA GEOTEXTILE VERTICAL GARDEN
Photo
ZERO WASTE: Boedi mengecek kondisi selada yang ditanam dengan geotextile vertical garden. (FOTO: FRIZAL/JAWA POS)
KELEBIHAN
• Tidak perlu lahan luas
• Mampu menanam banyak dan hasilnya juga berkali lipat
• Lebih bersih dan estetis
• Controlling lebih mudah
• Pengairan mudah, cukup disiram seperti umumnya berkebun
KEKURANGAN
• Biaya awal untuk beli bahan cukup mahal
• Contouring tanah supaya miring juga memakan biaya
• Jumlah tanaman yang berlimpah mengundang hama seperti belalang dan ulat
• Pemupukan dilakukan satu per satu untuk setiap kantong

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
