
HASIL CUAN: Adriyanti Firdasari berada di kebunnya yang penuh tanaman. Di sela-sela aktivitasnya sebagai pelatih, dia menekuni hobi bertanam. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Selepas gantung raket pada 2015, Adriyanti Firdasari belum sepenuhnya terlepas dari olahraga bulu tangkis. Saat ini dia masih aktif di PB Jaya Raya sebagai pelatih. Di tengah kesibukan melatih bulu tangkis, Firda menekuni hobi baru. Yakni, budi daya sekaligus jual beli tanaman hias, Joijo Nursery.
---
TERAS samping rumah Firda di Perumahan Villa Gunung Lestari, Tangerang Selatan, Banten, disulap menjadi kebun. Untuk keamanan tanamannya, dia melengkapi dengan pagar besi.
Firda punya pengalaman memilukan, yakni tanamannya dicuri maling. Waktu itu belum diberi pagar besi. Si maling nekat memanjat pagar. Mencuri tujuh pohon tanaman hiasnya. Saat kejadian, Firda sedang berada di rumah. Sementara itu, Lucky Winara, sang suami, sedang menjalani karantina mandiri di luar rumah.
Saat ditemui di kediamannya pada Kamis (2/6), Firda menceritakan perjalanannya dari seorang atlet bulu tangkis sampai mengoleksi dan menjual tanaman hias. ’’Berawal dari 2019 akhir. Waktu itu sebelum pandemi. Asalnya bukan niat untuk jualan,’’ kata peraih medali emas di SEA Games 2005 itu.
Firda menyatakan, memelihara tanaman hias benar-benar hobi baru. Selama aktif sebagai atlet, dia sama sekali tidak suka tanaman. Bahkan, ketika awal-awal berhenti sebagai atlet dan berkeluarga, dia masih tidak suka tanaman hias. Ketika Lucky menanam sejumlah tanaman di luar pagar, Firda tidak pernah ikut-ikutan.
Namun, di akhir 2019, dia mulai suka tanaman hias. Dia membeli tanaman hias secara online. Perempuan kelahiran Jakarta, 16 Desember 1986, itu juga baru tahu ternyata tanaman hias bisa diperjualbelikan secara online. ’’Awalnya saya beli tanaman hias jenis Monstera,’’ katanya.
Ternyata, dia keterusan membeli tanaman hias. Setiap pekan selalu ada suara paket dari kurir. Isi paketnya tanaman hias. Kebiasaan Firda membeli tanaman hias sempat membuat sang suami marah. Alasannya, kalau beli terus, nanti tanamannya mati karena tidak terawat.
Beberapa bulan berikutnya, pandemi menyerang Indonesia. Kegiatan sekolah atau latihan bulu tangkis di PB Jaya Raya diliburkan. Otomatis waktu Firda lebih banyak di rumah. Saat itu juga terjadi demam tanaman hias. Harganya tinggi-tinggi. Peminatnya banyak. Firda sempat kaget mengetahui harga tanaman hias yang mencapai belasan bahkan puluhan juta rupiah. Firda sempat membeli Syngonium red spot tricolor satu daun seharga Rp 13 juta. Selain itu, dia membeli Monstera obliqua asal Peru yang harganya jutaan rupiah. Lalu, membeli tanaman janda bolong varigata seharga belasan juta rupiah.
Photo
(SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
"Sekarang harga tanaman terkoreksi. Tetapi, untuk jenis varigata, meski turun, turunnya cenderung stabil," jelasnya. Saat ini Firda memiliki beberapa jenis Monstera varigata dan Philodendron varigata.
Layaknya orang yang baru berkecimpung di tanaman hias lainnya, Firda sempat mendapatkan sejumlah tantangan. Mulai hama hingga proses perbanyakan atau propagasi yang gagal. Di antara persoalan hama yang didapati adalah serangan bakteri dan jamur.
Tanaman hasil perbanyakan tidak langsung ditaruh di luar, tetapi disimpan dahulu di dalam sungkup sekitar dua minggu. Sampai dilihat apakah pertumbuhan akarnya sehat. Di tengah pandemi dan permintaan tanaman hias yang tinggi, Firda bersama Lucky sempat bekerja sama dengan warga kampung di sekitar kompleks perumahan mereka. Kerja sama dengan sistem bagi hasil itu sempat berjalan lama. Dalam sehari, pernah ada order sampai 40 tanaman. Pengiriman tanamannya sampai ke Lombok, Ambon, dan Papua. "Yang ke Papua itu lebih mahal ongkos kirimnya ketimbang tanamannya," kata Lucky.
Photo
(SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
