
KESAYANGAN: Adellia Nike bersama Carol Skye yang berusia lima bulan. Anabul berjenis sphynx atau Canadian hairless itu memiliki rutinitas perawatan yang sedikit berbeda dengan anabul kebanyakan. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)
Kucing sphynx atau Canadian hairless dikenal dengan kulitnya yang tanpa bulu. Kekhasannya tersebut membuat beberapa orang penasaran maupun takut. Namun, kucing jenis tersebut termasuk kucing ramah dan pandai serta perlu perlakuan yang berbeda di rumah.
---
LINCAH. Satu kata yang bisa menggambarkan Carol Skye, kucing sphynx milik Adellia Nike. Kucing berusia lima bulan itu selalu mencari benda baru untuk dimainkan. Mainan kucing, benda-benda kecil, semua bisa dimainkan kucing anakan tersebut. ”Kadang aku latih trik-trik khusus. Dan, dia termasuk jenis kucing yang pintar,” ucap Adel.
Salah satu trik yang sedang dipelajari Skye adalah fetching, di mana Adel melempar sesuatu dan Skye harus mengambilnya dan mengembalikan benda tersebut kepada Adel. Latihan itu biasanya dilakukan sambil memberikan snack pada Skye.
Selain kelincahannya, kucing sphynx dikenal dengan badan yang sensitif. Maklum, kulitnya hanya dilengkapi dengan rambut-rambut halus. Adel terbiasa memandikan Skye dua kali seminggu. Hal itu dilakukan untuk menjaga supaya kotoran tak mudah menempel pada kulitnya. Karena tanpa bulu, kulit kucing sphynx memang memproduksi lebih banyak minyak.
Adel memandikan Skye dengan air hangat supaya tidak kedinginan dan tetap nyaman. Jika menggunakan air dingin, Skye berpotensi terkena flu. ”Sabun yang dipakai juga sabun bayi, jadi lebih banyak kandungan moisturizer,” papar ibu tiga anak tersebut.
Setelah dimandikan, tubuh Skye dikeringkan dengan handuk atau lap kain elastis. Kulit Skye juga sering dibubuhi body lotion bayi supaya lebih terawat.
Menariknya, kucing sphynx memproduksi lebih banyak minyak saat stres. ”Jadi lebih cepat kotor kan ia,” imbuhnya. Kondisi yang membuat kucing sphynx stres memang bergantung karakter dan lingkungan juga. Skye sendiri cenderung stres saat mendengar suara keras.
Karena bulunya yang tipis, Skye tak terbiasa dengan ruangan bersuhu dingin. ”Jadi, diletakkan di ruang tengah, sering pintu dibuka atau pakai AC, tapi kan ruangannya besar,” ucap Adel. Skye jarang diletakkan di kandang, lebih banyak berkegiatan atau tidur di tempat hangat. Favoritnya, di atas dekoder TV kabel, belakang kulkas, atau nyelip di antara sofa.
Baca Juga: 5 Karyawan Kimia Farma Gelapkan Obat Apotek untuk Dijual tanpa Resep
Untuk asupan makanan, Skye biasa mengonsumsi kombinasi makanan kering dan makanan basah. Skye juga diberi asupan madu serta vitamin. ”Aku belum berani kasih raw food. Jadi, telur, daging burung puyuh, itu masih diolah dry cook,” sambung perempuan yang merupakan dokter itu.
Vaksinasi dan pemeriksaan rutin pun perlu untuk kucing sphynx. Selain itu, obat cacing perlu dikonsumsi sesuai anjuran dokter hewan untuk menjaga kondisi kucing.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/2_iQeI5pH1Y

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
