
PERLU TELATEN: Anis merah sangat sensitif. Salah perawatan sedikit saja, burung bisa stres. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)
Berbeda dengan saudaranya, anis merah. Anis kembang memang tidak teler saat berkicau. Meski begitu, burung fighter tersebut terkenal sebagai burung pintar. Puluhan jenis suara bisa ditirukannya.
---
ANIS kembang juga terkenal memiliki durasi kicau yang panjang. Bahkan sampai lima menit dengan aneka. Tak jarang peminatnya sekarang cukup tinggi.
Tarikan napasnya yang kuat saat berkicau menjadi ciri khas anis kembang. Apalagi dengan gaya ngerollnya. Dikenal sebagai burung fighter, anis kembang memiliki berahi yang cukup tinggi. Karena itu, saat di gantangan agar bisa perform maksimal, pengendalian berahi menjadi hal yang sangat penting.
Jika tidak, bisa jadi burung mulai agresif dan tidak menunjukkan penampilan yang oke. Karena itu, usia anis kembang yang ikut lomba minimal dua tahun. Hal itu disebabkan emosi dan berahi anis berumur di atas dua tahun lebih stabil. Meski begitu, ketelatenan dan perawatan tetap dilakukan bagi pemiliknya.
Pencinta anis kembang Iwan Setiono mengatakan, perawatan anis kembang sebetulnya simpel dan sederhana. Hanya saja, ada caranya. Misalnya, mandi teratur dan rutin pengembunan. ”Cara ini mengeluarkan burung saat subuh,” ucap pria yang kerap dikerap dipanggil Iwan ST tersebut.
Pengembunan dilakukan agar napas burung bisa lebih panjang. Mengingat saat itu udara masih segar. Selain itu, mandi turun dan pengembunan dimaksudkan untuk mengendalikan berahi burung. Nah, biasanya setelah itu langsung diteruskan penjemuran. ”Untuk penjemuran satu jam saja cukup,” kata Iwan.
Penjemuran juga penting dan harus dilakukan. Sebab, jika burung tidak terkena sinar matahari, bulunya mengembang. Mata burung pun menjadi sayu. Kurang agresif dan berimbas pada berahi. Akibatnya, burung malas makan dan berkicau.
Selain cara tersebut, sangkar burung harus bersih. Hal itu bertujuan untuk menghindari timbulnya jamur pada burung. Namun, ada yang harus diperhatikan dalam merawat anis kembang. Yakni, tidak boleh menjemur terlalu lama. Sebab, itu berakibat fatal bagi burung tersebut. Salah satunya, membuat matanya menjadi katarak. ”Penjemuran baiknya di bawah jam 09.00,” kata salah seorang pencinta anis kembang Fajar Setionugroho.
Menurut dia, anis kembang banyak konsumsi ekstra fooding. Kerena itu, jika burung terlalu lama dijemur, hal tersebut bisa berdampak buruk pada matanya. Perawatan anis kembang sebenarnya sangat mudah. Tidak rewel. Jika anis merah lebih banyak dikerodong di sangkar. Burung seribu suara tersebut tak perlu begitu. Asalkan, saat malam wajib ditutup kain. ”Makanya, anis kembang cocok dijadikan burung hiasan di rumah,” terangnya.
Nah, yang perlu diperhatikan lagi adalah saat burung memasuki proses mabung. Saat kondisi seperti itu, perawatannya harus lebih ekstra. Terutama dalam pemberian makanan. Konsumsi ekstra fooding seperti jangkrik dan kroto harus diberi lebih banyak. Itu beda dengan anis merah. Sebab, saat mabung, konsumsi ekstra fooding pada anis merah harus dikurangi.
Baca Juga: African Grey, Burung Paruh Bengkok yang Cerdas ”Bicara” & Hafal Warna
Selain itu, konsumsi buah-buahan harus diberikan. Misalnya, pisang, apel, dan pepaya. Khusus untuk apel, sebaiknya diberikan saat pascaproses mabung. Hal tersebut difungsikan untuk mengembalikan bulu yang rontok. Sementara itu, proses lainya hampir sama dengan perawatan burung pada umumya saat mabung. Yakni, sangkar wajib ditutup agar tidak mudah stres.
---
TAK SUSAH MENAKLUKKAN ANIS KEMBANG
- Penjemuran maksimal 1 jam di bawah pukul 09.00.
- Lakukan pengembunan saat subuh.
- Mandi rutin pada pagi hari.
- Hindari over penjemuran.
- Penambahan ekstra fooding saat mabung.
- Tambahkan pepaya dan pisang.
- Pascamabung berikan apel.
- Wajib tutup sanggar dengan kain saat malam hari.
YANG WAJIB DILAKUKAN UNTUK MERAWAT ANIS KEMBANG
- Over jemur sebabkan katarak pada mata burung.
- Hindarkan dari gangguan serangga saat malam hari agar tidak keracunan.
- Saat kontes minimal usia di atas 2 tahun.
- Mengatur berahi sebelum kontes.
- Bersihkan sangkar dadi kotoran.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vmdIZYXGi5M

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
