alexametrics

Di Gantangan, Kenari Lokal Bisa Tumbangkan Yang Impor

18 Oktober 2020, 16:48:35 WIB

Penampilan kenari di panggung kompetisi bisa beda-beda. Bila perawatannya benar, kenari lokal juga bisa tampil percaya diri menyingkirkan kenari-kenari impor.

Kicau mania tentunya sudah tidak asing dengan burung kenari. Jenisnya yang banyak terkadang membuat banyak orang bingung. Apalagi mereka yang bukan penghobi burung. Mulai dari lokal, impor, hingga campuran. Semua punya keunikan tersendiri. Namun jangan salah. Dalam kompetisi, jenis lokal bukan berarti tidak mampu bersanding dengan kenari impor.

Burung kenari memiliki lebih dari 10 jenis. Mulai lokal, impor, lokal super (loper), F1, F2, F3, AFS, Yorkshire, dan banyak lainnya. Semuanya punya keistimewaan masing-masing. Tak jarang, pencinta kenari membuat beberapa kategori untuk mengelompokkan jenis-jenis kenari.

Seperti kenari warna, postur, penyanyi, dan hybrid atau hasil kawin silang. Walaupun demikian, hampir semua jenis merupakan hasil kawin silang. ”Semua jenis memiliki ciri khasnya sendiri saat berkicau,” ujar penghobi burung kenari Tri Perwira.

Tri mengatakan, jika ada pertanyaan apakah jenis lokal bisa mengalahkan impor, tergantung apa dulu kompetisinya. Kalau soal kicauan, semuanya bisa saling unggul. Baik jenis lokal, loper, atau F1 sekalipun. Bahkan, bisa justru yang loper bisa menang. Semuanya tergantung perawatan dan persiapannya.

Makanan serta asupan menjadi paling penting. Termasuk proses melatih kicauan. Orang kerap menyebutnya dengan masteran. Tak hanya itu, pemilik juga harus jeli. Postur tubuh kenari harus diperhatikan. Tidak boleh overweight (kegemukan). Jika itu terjadi, imbasnya pada suara. Burung kenari bisa malas berkicau.

Kalaupun gemuk, salah satu caranya harus diberi makan mentimun. Pemberiannya pun harus intensif. Biasanya rutin selama dua hari hasilnya sudah terlihat. Menurut Tri, timun tidak hanya menurunkan berat kenari. Tapi juga menstabilkan stres burung.

Kembali ke kicauan. Jenis loper dan lokal juga punya potensi besar untuk menang. Apalagi jika perawatannya benar, durasi kicaunya bisa sampai 30 detik. Nah, begitu pula untuk jenis lainnya. Seperti Yorkshire, posturnya yang kekar membuat kicaunya keras. ”Ada khasnya juga yang tidak dimiliki di jenis kenari lain,” ucap Tri.

Dengan begitu, kualitas kicauan kenari bukan dari jenisnya apa. Atau dari harganya mahal atau tidak. Sebab, jenis lokal, loper yang harganya di kisaran Rp 300 ribu, juga mampu mengalahkan Yorkshire, yang harganya bisa sampai Rp 4–9 juta.

Ada beberapa tip yang harus dilakukan sebelum lomba. Yakni, selama seminggu saat sangkar kenari ditutup, paginya dibuka dan dimandikan. Kemudian dijemur kurang lebih satu jam. Lalu diteduhkan dan dilatih dengan kicauan di MP3. Tujuannya, agar kenari mampu mengombinasikan berbagai jenis suara. Termasuk, durasi kicaunya bisa bertambah lama.

Waspadai Musim Hujan dan Gigitan Nyamuk

Terkenal sebagai ”penyanyi” dengan suara panjang, bukan berarti kenari tak punya pengapesan. Salah perawatan, bisa berakibat fatal. Tak hanya tidak kembali berkicau. Namun juga bisa sampai membawa kematian. Penyebabnya ada beberapa faktor. Di antaranya, akibat suhu dingin dan gigitan nyamuk.

Berkat kepiawaiannya berkicau, tak jarang kenari dibuat melatih burung lainnya. Namun, di balik itu terdapat pantangan dan tantangan bagi pemilik kenari. Terutama ketika musim hujan. Hampir semua jenis kenari saat hujan butuh perawatan ekstra. Salah sedikit, bisa terancam nyawanya.

Karena itu, beberapa pencinta kenari selalu menutupi sangkar dengan kerodong. Hal ini mencegah terkena angin. Di samping cuaca, tantangan lainnya adalah soal nyamuk. Jika digigit nyamuk, dampaknya bisa fatal. Terutama saat mengenai bagian kaki.

Biasanya kaki kenari akan benjol. Burung akan kesulitan untuk berjalan. Dan, jika tak segera tertangani bisa mati. Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah diberi minyak tawon. Caranya, dioleskan di bagian kakinya yang benjol. ”Untuk jenis lokal sama loper daya tubuhnya masih kuat,” kata Tri.

Di samping dua masalah tersebut, kenari juga harus diperhatikan proses mabungnya. Yakni sebuah proses alam. Tandanya, di sangkar terdapat banyak bulu. Mabung sendiri adalah kejadian rontoknya bulu kenari. Hal itu terjadi pada semua jenis kenari. Bedanya, ada yang kuat dan tidak.

Mabung ini menjadi tantangan pemilik kenari. Sebab, jika sebelumnya pandai berkicau, ketika mabung bisa jadi tak bisa berkicau lagi. Itulah sebabnya, membeli kenari yang sudah dewasa harus hati-hati. Meskipun punya riwayat menang dalam beberapa kompetisi lomba.

Proses alam ini berlangsung lumayan lama. Kurang lebih satu sampai dua bulan. Karena itu perlu perawatan ekstra. Misalnya, tidak boleh terkena angin dan sinar matahari. Makanan dan asupan tumbuhan harus terpenuhi.

Dan satu lagi, kenari harus tetap dilatih berkicau. Bahkan, intensitasnya ditingkatkan. Tujuannya agar tetap pandai berkicau. Caranya mudah, yakni dengan bantuan MP3 atau burung jenis lainnya. ”Mabung ini terjadi bisa setahun sekali,” kata warga Sidoarjo tersebut.

ASUPAN

  • Sawi putih
  • Apel
  • Pir
  • Timun untuk menurunkan berat burung
  • Tulang cumi-cumi atau sotong untuk imun tubuh
  • Daun mengkudu yang muda untuk imun tubuh

TIP MEMBELI KENARI

  • Lihat postur tubuhnya.
  • Perhatikan kakinya, terdapat benjolan atau tidak.
  • Tubuhnya tegak.
  • Kakinya kuat mencengkeram.
  • Kepalanya pipih.
  • Usia kenari bisa sampai 3 tahun.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : omy/c9/git




Close Ads