
PERAWATAN SPESIAL: Tomebako, kandang khusus ayam onagadori yang dirancang untuk menjaga agar ekor tumbuh indah dan tidak rusak. (Robertus Risky/Jawa Pos)
Onagadori merupakan jenis ayam hias yang berasal dari Jepang, tepatnya Prefektur Kochi. Sisi eksotis ayam itu dilihat dari bulu yang panjang menjuntai. Di Jepang, ekor ayam onagadori bisa sampai 12 meter.
---
DI INDONESIA, onagadori pernah dihadiahkan kepada Ibu Negara Siti Hartinah atau Ibu Tien, istri Presiden Soeharto. Pada 1997, Wali Kota Surabaya Sunarto Sumoprawiro juga dihadiahi dua ayam onagadori jantan dewasa dan 250-an telur dari Kota Kochi. Sebab, ada hubungan sister city dua kota tersebut.
”Saat itu hanya ada dua tempat di Indonesia yang punya ayam itu. Milik Ibu Tien ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII),” ujar Bambang Adji Pratama yang merupakan peternak pertama ayam onagadori di Indonesia. Dia dipercaya Wali Kota Sunarto untuk menetaskan telur ayam itu karena dikenal penghobi unggas. Selain itu, ada yang ditempatkan di Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Sebanyak 71 butir berhasil menetas dan beranak pinak hingga sekarang. Saat ini Bambang memelihara 200-an ekor. Di antaranya, tiga jantan onagadori dengan panjang ekor 2 meter. Warna bulu yang memanjang itu hitam kombinasi putih. Bambang pernah berhasil memelihara ayam berjuluk si ekor naga dari Jepang itu hingga panjang ekornya 3,15 meter, berusia 4,5 tahun. ”Panjang itu masih menjadi rekor sampai sekarang,” katanya. Dia menyebutkan, ayam itu dibeli seseorang seharga Rp 30 juta.
Harga yang lumayan tersebut memang sebanding dengan perawatan onagadori yang ekstra agar ekornya bisa panjang menjuntai. Per tahun rata-rata ekor onagadori hanya tumbuh 90 sentimeter. Jumlah helai yang bisa panjang juga terbatas. Sekitar 16–18 helai. Jadi, harus benar-benar dijaga lingkungan dan nutrisinya.
Pakan onagadori pun istimewa. Mulai omega 3, omega 6, omega 9, kalsium, dan protein. Asupan seperti ikan salmon, ulat, dan maggot tidak luput dari daftar menu. ”Minumnya, saya tidak memberikan air PDAM langsung. Namun, sudah difilter menjadi air murni,” ujar pria 63 tahun itu.
Ayam juga tak boleh stres. Harus dijauhkan dari polusi suara. Rumah Bambang di Jalan Wonorejo Selatan, Rungkut, Surabaya, cukup jauh dari jalan raya yang bising.
Yang tidak kalah penting adalah kandang onagadori yang berbentuk lemari untuk mengakomodasi tumbuh kembang ekornya. Lebar kandang hanya 16 sentimeter agar ayam tak bebas bolak balik karena bisa merusak ekor. Ada juga penyekat antara ekor dan tempat kotoran. ”Di Jepang kandang ini biasa disebut tomebako,” ujarnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
