
Sejumlah koleksi tanaman hias Alocasia dipajang dalam ajang Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo di Jakarta. (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com-Tren di dunia tanaman hias tidak pernah surut. Kali ini yang sedang jadi perhatian adalah Alocasia. Di antara keunggulannya adalah corak di setiap daunnya yang menawan. Layaknya karya seni maestro lukisan.
Sejumlah koleksi tanaman hias Alocasia dipajang dalam Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo di Jakarta. Pameran ini terbuka bagi siapa pun, mulai dari penghobi rumahan di apartemen kecil hingga kolektor tanaman langka bernilai tinggi.
Dua sosok inspiratif menjadi sorotan di FLOII tahun ini. Mereka adalah mantan presenter sekaligus pendiri Tanemdulu Stephanie Susanto. Kemudian Linda, selaku plant enthusiast asal Jakarta Selatan yang rela berinvestasi besar demi satu Alocasia impian.
Stephanie mengungkapkan bahwa hobinya bermula dari kesibukan kerja yang membuatnya mencari ketenangan di rumah.
“Awalnya saya cuma ingin punya satu tanaman untuk menghijaukan sudut apartemen," kata Stephanie dalam keterangannya (25/10).
Namun lama-lama dia jatuh cinta dengan karakter Alocasia. Karena bentuknya elegan, warnanya dramatis, dan setiap daun terasa seperti karya seni.
Dia mengatakan, lewat Tanemdulu, ingin mengajak orang-orang menanam bukan karena tren. Tetapi karena rasa cinta terhadap kehidupan kecil di sekitar. Kini, Tanemdulu bukan sekadar hobi. Namun sudah berkembang menjadi gaya hidup hijau yang menginspirasi banyak urban dwellers untuk menanam dulu sebelum menuntut hasil.
Sementara itu, Linda selaku kolektor mencari Alocasia di berbagai penjuru Indonesia.
“Bagi saya, setiap helai daun punya karakter. Ada rasa bangga melihat tanaman tumbuh sehat hasil perawatan sendiri,” tutur Linda.
Dia menegaskan harga bukan ukuran pamer. Tetapi bentuk penghargaan terhadap sesuatu yang hidup, langka, dan penuh makna. Linda lebih memilih mengoleksi tanaman daripada barang mewah. Karena tanaman memberi ketenangan yang tak bisa dibeli.
Sosok lain yang tak kalah menarik perhatian adalah Rico, founder Titikhijau. Dia berhasil memberikan angin segar baru di dunia Alocasia, diantaranya Alocasia hybrid asli Indonesia.
“Indonesia punya kekayaan genetik tanaman yang luar biasa. Saya ingin menunjukkan bahwa hybrid lokal juga bisa bersaing di dunia internasional,” ungkap Rico.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
