
Tim Onic bersama mengangkat trofi MPL Indonesia Season 15 setelah mengalahkan RRQ Hoshi pada Grand Finals di Jakarta International Velodrome, Minggu (15/6). (Youtube/mplindonesia/Antara)
JawaPos.com-Drama penuh ketegangan tersaji di Grand Final Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 15 yang digelar Minggu (15/6) malam, di Jakarta International Velodrome.
Onic Esports, tim yang sempat terseok di awal musim, berhasil membalikkan prediksi dan keluar sebagai juara usai menumbangkan rival abadi mereka, RRQ Hoshi, dengan skor tipis 4-3.
Kemenangan ini bukan hanya mengukuhkan dominasi Landak Kuning sebagai kekuatan utama dalam kancah esports Indonesia, tapi juga menegaskan reputasi mereka sebagai tim dengan mental juara sejati.
Ini merupakan gelar ketujuh Onic Esports sepanjang kiprahnya di MPL Indonesia, rekor luar biasa yang menempatkan mereka sebagai salah satu tim tersukses dalam sejarah kompetisi.
Perjalanan Onic musim ini layaknya kisah epik. Mereka mengawali Season 15 dengan performa yang jauh dari ekspektasi, bahkan sempat menjadi juru kunci klasemen regular season.
Namun perlahan, tim yang dikomandoi Kairi mulai menemukan ritmenya. Perubahan strategi, rotasi map yang matang, serta drafting yang semakin cerdas membuat Onic kembali kompetitif.
Mereka mengakhiri musim reguler di peringkat ketiga, di bawah RRQ Hoshi dan Geek Fam. Meski banyak yang meragukan peluang mereka untuk menembus final, Onic justru tampil menggila di fase playoff.
Satu per satu lawan kuat mereka singkirkan dengan permainan solid dan penuh determinasi.
Di sisi lain, RRQ Hoshi tampil dominan sepanjang musim reguler dan sempat unggul di awal pertandingan final. Namun seperti yang sering terjadi di dunia kompetisi, dominasi tak selalu menjamin kemenangan.
ONIC bangkit dari ketertinggalan dan menyapu momentum pertandingan dengan permainan disiplin dan agresif. Pertarungan sengit tujuh gim yang berlangsung selama lebih dari lima jam ini menjadi bukti bahwa esports bukan sekadar hiburan, tapi kompetisi tingkat tinggi yang menguras fisik, emosi, dan strategi.
Kemenangan dramatis ONIC Esports datang di tengah meningkatnya pengakuan terhadap esports sebagai cabang olahraga kompetitif di Indonesia. Pemerintah melalui Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) terus mendorong esports masuk ke dalam ekosistem olahraga nasional, bahkan sudah menjadi bagian dari eksibisi di PON 2024 lalu.
Antusiasme publik juga luar biasa. Ribuan penonton memadati Jakarta International Velodrome, sementara jutaan lainnya menyaksikan pertandingan melalui live streaming. MPL ID bukan lagi sekadar liga game, tapi telah menjadi panggung profesional yang membentuk atlet muda dengan mental, skill, dan popularitas setara bintang olahraga konvensional.
Kemenangan ONIC Esports malam tadi menjadi pengingat bahwa posisi klasemen hanyalah angka. Yang lebih penting adalah kemampuan untuk bangkit, beradaptasi, dan menunjukkan mental baja di saat paling menentukan.
Di panggung tertinggi esports Indonesia, Onic membuktikan bahwa juara sejati bukanlah mereka yang tak pernah kalah, tapi mereka yang tak pernah menyerah.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
