
Boneka labubu sedang bergandengan tangan. (Instagram/popmartth)
TERKAIT ”demam” Labubu yang menyerbu masyarakat, sosiolog Universitas Airlangga Nur Syamsiyah SSosio MSc mengatakan, daya tarik produk populer sering kali terletak pada nilai eksklusivitas, keterbatasan produksi, dan keterkaitannya dengan budaya pop yang memiliki basis penggemar.
Sebagaimana diketahui, boneka Labubu menjadi begitu booming setelah idol K-pop Lisa BLACKPINK memamerkannya di media sosial.
”Hal itu menciptakan persepsi bahwa memiliki Labubu berarti turut menjadi bagian dari tren global yang dipopulerkan sosok yang sangat diidolakan,” ujarnya kepada Jawa Pos pada Jumat (11/10).
Syamsiyah menambahkan, pembelian produk viral bukan sekadar soal pemenuhan kebutuhan individu. Namun, bagaimana seseorang terlihat relevan di mata lingkungan sosialnya. Dengan begitu, terjadilah fenomena fear of missing out (FOMO). Artinya, seseorang tidak ingin merasa tertinggal dari tren yang sedang populer.
”Dalam hal ini, media sosial memainkan peran penting dalam memperkuat narasi tersebut dan mendorong orang lain untuk ikut serta merasakan pengalaman serupa,” lanjut dosen sosiologi FISIP Unair itu.
Syamsiyah juga menghubungkan fenomena pembelian boneka viral dengan gaya hidup konsumerisme. Konsumerisme mendorong individu untuk mengidentifikasi diri melalui barang yang dibeli. Produk-produk konsumer dapat menjadi simbol status dan tren yang memberikan nilai tambah bagi pemiliknya.
”Sebetulnya, fenomena FOMO juga bisa membawa implikasi positif dari segi ekonomi. Produsen dan kreator berlomba-lomba menarik perhatian orang yang tidak ingin ketinggalan tren sehingga dapat meningkatkan penghasilan,” imbuhnya.
Di sisi lain, FOMO kerap memicu perilaku konsumtif yang kurang sehat sehingga masyarakat belanja melebihi kemampuan finansialnya. ”Tidak jarang, FOMO menambah tekanan sosial untuk ikut tren yang sebenarnya tidak cocok dengan minatnya. Juga menyebabkan kecemasan karena tidak ingin tertinggal tren serta memicu perbandingan sosial yang tidak sehat,” tandasnya. (lai/c7/nor)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
