
Reverend & Co. Studios, bekerja sama dengan Lokananta Records, menggelar acara DJ spesial Strictly Analog pada Selasa (27/8). (Istimewa)
JawaPos.com–Reverend & Co. Studios, bekerja sama dengan Lokananta Records, menggelar acara DJ spesial Strictly Analog pada Selasa (27/8). Acara itu untuk menghidupkan kembali kecintaan terhadap vinyl dan teknik DJ cassette yang sudah mulai terlupakan di era digital.
Dengan menghadirkan suasana klasik, acara itu menawarkan kesempatan langka merasakan kembali pesona musik analog. Strictly Analog memutar musik Nusantara jazz dan pop 70-an serta 80-an menggunakan peralatan analog vintage.
Penonton bisa menikmati pertunjukan musik dari artis-artis legendaris. Lagu-lagu klasik itu dibawakan dengan cara yang otentik, memberikan pengalaman musik yang kaya dan mendalam.
Pemimpin set vinyl Strictly Analog Andrean Wahyu mengatakan, salah satu perbedaan antara DJ zaman dulu dan DJ masa kini adalah keterampilan teknis. Saat ini, banyak DJ hanya perlu menyiapkan daftar lagu yang sudah diatur sebelumnya di komputer.
”Berbeda dengan era analog, DJ pada masa lalu harus memiliki keahlian teknis yang lebih mendalam. Mereka diharuskan bisa mengganti lagu dengan melihat garis-garis pada vinyl dan sering harus menghafal daftar lagu untuk memastikan transisi yang mulus,” papar Andrean Wahyu.
Reverend & Co. Studios, terinspirasi warisan musik Lokananta, mulai memproduksi vinyl edisi terbatas. Salah satu contohnya adalah album Barry Likumahwa Passion, Purpose, Integrity yang hanya dicetak sebanyak 300 copy. Dengan Strictly Analog, lanjut Andrean Wahyu, pihaknya ingin mengapresiasi dan merayakan keindahan musik analog yang telah menjadi bagian penting dari sejarah musik.
“Acara ini juga mengeksplorasi bagaimana teknik analog klasik dapat berintegrasi dengan teknologi digital modern. Meskipun teknologi terus berkembang, pesona dan keahlian DJ analog masih sangat relevan dan menarik,” ujar Andrean Wahyu.
Menurut dia, Strictly Analog menunjukkan bagaimana kedua ranah ini dapat bekerja bersama untuk menciptakan pengalaman musik yang lebih dinamis.
”Analog di era sekarang adalah sesuatu yang penting untuk kita ingat lagi, menurut saya adalah masa yang indah bagi seorang musisi bisa menciptakan karya dan juga dirilis dengan rilisan fisik, hal itupun juga masih dilakukan musisi zaman sekarang,” tutur Andrean Wahyu.
”Rilisan fisik adalah rilisan yang ngga bakal musnah dan hilang ditelan waktu, entah sampai kapanpun barang itu tetap akan ada dan nempel di hati pendengarnya. Strictly Analog ingin membawa pesan untuk kita bisa me-recall memory kita untuk tahu ternyata musik zaman dulu itu indah dan bagus untuk dinikmati dalam format piringan hitam maupun kaset,” ujar Andrean Wahyu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
