
(SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Ada puluhan jenis tanaman pakis di rumah Fitriani. Semuanya tumbuh subur, rimbun, dan sejuk dipandang. Tak hanya rutin disiram air dan ditaburi pupuk kandang, pakis-pakis itu juga diberi asupan kalsium tambahan dari serbuk cangkang telur.
RIMBUN dan sejuk. Itulah kesan pertama ketika menginjakkan kaki di rumah Fitriani. Ratusan pot tanaman pakis ditata rapi di halaman depan, sebagian lainnya ditempatkan di garasi mobil karena saking banyaknya. Ada juga pot-pot pakis yang digantung dan disusun bertingkat di dinding atau vertikultura.
Ada berbagai jenis pakis yang tumbuh di depan rumah Fitriani. Di antaranya, pakis embun, irian, varigata, boston, keriting, monyet, dan haji. Ada pula pakis impor. Dari jenis-jenis itu, pakis varigata yang paling banyak. ”Selain budi daya, saya beli (pakis, Red) dari petani di Bogor,” kata Fitriani kepada Jawa Pos yang berkunjung ke rumahnya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (9/2) lalu.
Fitri – sapaan Fitriani – baru dua tahun terakhir mengembangkan tanaman pakis-pakisan. Itu berawal saat Fitri terkena Covid-19 pada 2021. Oleh psikolog, Fitri yang sempat depresi karena terjangkit Covid-19 disarankan untuk melakoni terapi dengan cara berkebun. ”Dan, kebetulan memang saya suka berkebun,” ungkap perempuan 45 tahun itu.
Dimulai dari niat terapi tersebut, lambat laun pakis yang ditanam Fitri semakin banyak dan rimbun. Fitri menggunakan media tanam campuran. Yakni, tanah dicampur sekam bakar serta serbuk bambu atau kayu. Media tanam itu ampuh mempercepat pertumbuhan pakis. Fitri juga rutin memberikan pupuk kandang dua minggu sekali. ”Medianya harus poros, tidak boleh padat,” terangnya.
Selain itu, Fitri memberikan tambahan asupan kalsium berupa serbuk cangkang telur pada setiap tanaman. Fungsinya hampir mirip dengan pupuk organik. Yakni, mempercepat pertumbuhan tanaman. ”Membantu penyerapan nutrisi juga,” tuturnya. Pemakaian serbuk cangkang telur tidak boleh terlalu banyak. Cukup satu sendok untuk dua minggu sekali.
Supaya lebih maksimal, Fitri punya tips penggunaan pupuk cangkang telur. Pertama, cangkang telur harus dicuci terlebih dahulu agar bersih dan higienis. Setelah itu, cangkang telur dijemur di bawah terik sinar matahari. Baru kemudian cangkang telur diblender atau ditumbuk sampai halus. ”Kalau sudah jadi serbuk, baru ditaburkan ke media tanam,” urainya.
Photo
(SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Fitri punya tips lain agar daun pakis tidak mudah kering. Salah satunya, rutin memotong pangkal daun yang sudah terlihat kering atau jelek. Selain itu, pakis tidak boleh terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Sebab, tanaman pakis sejatinya suka berada di tempat-tempat yang teduh dan lembap.
Selain budi daya, Fitri mengembangkan bisnis jual pakis. Lewat media sosial (medsos), Fitri mengunggah foto dan video tanaman pakis untuk menarik minat pembeli. Dari situ, banyak penggemar pakis yang tertarik untuk membeli. Sebagian besar berasal dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Photo
(SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Foto dan video pakis yang di-posting tersebut juga menarik minat pembeli dari luar Jawa. Misalnya, Aceh, Makassar, dan Maluku. Mayoritas merupakan ibu-ibu yang memang gemar dengan tanaman jadul atau. ”Ada ibu rumah tangga, ada dokter, psikolog juga. Mereka senang dengan pakis karena memberi nuansa sejuk,” tutur ibu tiga anak tersebut.
Dalam sebulan, ada 100 hingga 150 pakis yang terjual. Paling murah, satu tanaman pakis dijual Rp 85 ribu. Sedangkan yang paling mahal bisa mencapai Rp 700 ribu. ”Omzet sebulan kadang bisa tembus Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Lumayan buat tambahan pemasukan,” lanjutnya.
---
TIPS BERKEBUN PAKIS ALA FITRIANI
Photo
TEMPAT TEDUH: Fitriani menunjukkan pakis yang ditanaminya. Terdapat banyak jenis pakis yang berhasil dibudidayakan. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Photo
(SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
