Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Januari 2023 | 18.08 WIB

Atqiya, Kebun Dapur Sumber Pangan Keluarga

BELAJAR MENYENANGKAN: Para siswa dan orang tuanya memanen hasil Kebun Dapur Atqiya. Di lokasi yang sama, anak-anak juga bisa belajar dan memasak bersama. (KEBUN DAPUR ATQIYA UNTUK JAWA POS) - Image

BELAJAR MENYENANGKAN: Para siswa dan orang tuanya memanen hasil Kebun Dapur Atqiya. Di lokasi yang sama, anak-anak juga bisa belajar dan memasak bersama. (KEBUN DAPUR ATQIYA UNTUK JAWA POS)

Kebun dapur bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Berbagai macam sayuran bisa dibudidayakan dan dijadikan sumber pangan. Kebun Dapur Atqiya telah membuktikannya. Ruang hijau itu pun bisa menjadi tempat belajar anak.

KEBUN Dapur Atqiya terhampar di belakang rumah pasangan Iqbal dan Britania Sari di Bogor. Lahan seluas 300 meter itu sangat hijau. Terdapat bedengan atau gundukan tanah yang dipenuhi tanaman. Bagian pinggir bedengan tersebut diberi batu bata atau genting. Bedengan itu berbentuk lingkaran, kotak, dan memajang.

Berbagai tanaman tumbuh subur di kebun tersebut, khususnya sayuran. Ada sawi, kangkung, bayam brasil, ginseng jawa, serai, dan sayur lainnya. Ada pula cabai, tomat, terong, dan lainnya. Tak ketinggalan tanaman rimpang. Misalnya, jahe, umbi, dan temulawak.

"Berbagai jenis sayuran bisa dimasak setiap hari,” terang Iqbal, pemilik Kebun Dapur Atqiya, kepada Jawa Pos. Selain sayur, ada tanaman herbal yang bisa digunakan untuk obat dan kesehatan. Misalnya, mint, rosemary, kunyit, dan tanaman herbal lainnya. Total ada sekitar 50 jenis tanaman yang tumbuh di Kebun Atqiya.

Menurut Iqbal, tanaman pangan itu bisa memenuhi kebutuhan pangan rumah tangganya. Pihaknya bisa memasak sayur secara bervariasi karena jenis sayuran cukup banyak. ’’Kami kan tidak mungkin seminggu makan kangkung terus,” kelakarnya. Selain memenuhi kebutuhan dapur rumah tangganya, para tetangga kadang ikut memanen dan membawa pulang hasilnya.

Selain tanaman, Kebun Atqiya dilengkapi kandang ayam. Banyak manfaat dari beternak ayam. ’’Kotoran ayam bisa digunakan untuk pupuk tanaman. Sedangkan tanaman yang tumbuh di kebun tersebut bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak,’’ katanya.

Ada juga kolam ikan. Konsepnya bertingkat. Jadi, bagian bawah digunakan kolam ikan, sedangkan bagian atas dipakai untuk tanaman. Lahan yang tersedia bisa dimaksimalkan untuk tanaman.

Iqbal mengatakan, pihaknya menerapkan prinsip permakultur, yaitu memanfaatkan lahan sebaik-baiknya bekerja sama dengan alam. Mengisi ruang dengan semaksimal-maksimalnya. ’’Memanfaatkan apa yang ada di alam dan berusaha memaksimalkannya,” terangnya.

Sebenarnya, lanjut dia, konsep kebun dapur bukanlah konsep baru. Zaman dulu, banyak masyarakat yang menerapkannya. Namun, sekarang banyak yang meninggalkannya. Melalui Kebun Dapur Atqiya, Iqbal ingin menggalakkan lagi kebiasaan menanam kebutuhan pangan.

Photo

BELAJAR MENYENANGKAN: Para siswa dan orang tuanya memanen hasil Kebun Dapur Atqiya. Di lokasi yang sama, anak-anak juga bisa belajar dan memasak bersama. (KEBUN DAPUR ATQIYA UNTUK JAWA POS)

Masyarakat di kota bisa menggunakan lahan yang ada untuk kebun dapur. Menurut Iqbal, tidak perlu lahan luas. Lahan sempit dan terbatas pun bisa digunakan untuk kebun dapur. Dengan prinsip permakultur, lahan tersebut bisa dimaksimalkan untuk kebun pangan. ’’Tidak harus lahan luas. Lahan pekarangan bisa digunakan untuk membantu ketahanan pangan rumah tangga,” paparnya.

Iqbal menambahkan, Kebun Atqiya juga digunakan sebagai tempat pembelajaran anak. Setiap Sabtu, anak-anak di sekitar rumahnya datang ke kebun. Mereka ikut merawat kebun, memanen, dan memasak hasil panen. Setelah itu, mereka makan bersama menikmati hasil panen. Mereka akhirnya mengenal jenis tanaman, bagaimana membudidayakannya, dan bagaimana mengolahnya menjadi makanan.

Selain belajar di kebun, anak-anak diajak belajar di perpustakaan pribadinya. Mereka bisa membaca buku tentang kebun, ternak, dan buku lainnya. "Agar mereka tidak bosan, bervariasi, sehingga mereka senang belajar,” terang Iqbal. Kebun Atqiya juga dikunjungi pelajar dan orang tuanya. Ada pula mahasiswa yang datang untuk belajar. Mereka menerapkan ilmu yang dipelajari, yaitu belajar mendesain lanskap outdoor.

Photo

BELAJAR MENYENANGKAN: Para siswa dan orang tuanya memanen hasil Kebun Dapur Atqiya. Di lokasi yang sama, anak-anak juga bisa belajar dan memasak bersama. (KEBUN DAPUR ATQIYA UNTUK JAWA POS)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore