
PERAWATAN MUDAH: David Bernando menunjukkan salah satu koleksi tanaman pisang miliknya. Tanaman ini jangan terkena matahari langsung agar tak sobek daunnya. (FRIZAL/JAWA POS)
Menanam pisang tak harus membutuhkan lahan yang luas. Ada sejumlah varietas yang dapat ditanam di dalam pot dan dapat mempercantik pekarangan rumah. Di antaranya, Musa x paradisiaca ”ae ae” dan blood banana.
TANAMAN hortikultura itu sedang digandrungi untuk dijadikan tanaman hias. Tentu saja, keunikan corak dan warna menjadi salah satu faktor banyaknya peminat. Pelataran rumah pun kian memiliki daya tarik dengan tanaman pisang-pisangan itu.
Beragam tanaman terlihat saat Jawa Pos berkunjung ke rumah penghobi tanaman asal Surabaya David Bernando. Musa x paradisiaca ”ae ae” dan Musa zebrina (blood banana) langsung menarik perhatian karena tingginya yang berbeda dengan tanaman hias yang lain. Sekitar 1,5 meter. ’’Alternatif bercocok tanam meskipun lahan tidak terlalu luas. Bisa tumbuh di pot,’’ ucap dia.
Banyak penghobi yang memburu dua jenis tanaman pisang hias itu. Bahkan, sering kali diekspor ke berbagai negara lain sampai tak ada stok di lokal. Hal tersebut berdampak bagi harga tanaman yang bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. ’’Yang banyak dicari ya, ini. Karena motif daunnya unik, misal, Musa ”ae ae” yang ada unsur warna putih atau blood banana hijau kemerahan,’’ paparnya.
Pertumbuhan tanaman pisang yang ditanam di dalam pot tak secepat jika ditanam di tanah. Sebab, tingkat kandungan nutrisi bergantung kepada sang pemilik. Berbeda dengan tanah yang memiliki kandungan nutrisi alami sehingga seperti pertumbuhan tunas menjadi lebih signifikan.
Pot yang tak terlalu berukuran besar membuat tanaman itu dapat diletakkan di sudut-sudut rumah. Media tanam yang digunakan disarankan kaya dengan bahan organik. David menggunakan media tanam pasir malang yang dicampur dengan sekam. Fungsi sekam agar kondisi tetap gembur karena memiliki tingkat porositas yang tinggi. ’’Mempertahankan kelembapan juga lebih baik dan meningkatkan daya serap dan ikat tanah terhadap air,’’ ungkap alumnus Universitas Surabaya itu.
Photo
Musa x paradisiaca ”ae ae”. (FRIZAL/JAWA POS)
Peletakan tanaman turut menjadi faktor penting. Yakni, berada di tempat yang teduh dan terlindung dari angin secara langsung. Fungsinya agar daun tanaman tak rusak seperti sobek atau terbakar. Salah satu tanamannya pun pernah mengalami hal itu. ’’Kalau variegata itu, cenderung mudah gosong,’’ ungkapnya.
Tidak ada jadwal penyiraman tertentu tanaman tersebut. Penyiraman cukup dilakukan saat media tanam tampak kering dan tak boleh terlalu basah. Tujuannya, menghindari kemunculan hama jamur dan menyesuaikan karakteristik tanaman. David menyarankan menyiramnya dua atau tiga hari sekali. ’’Di atas media tanam bisa dikasih serabut kelapa untuk memperlambat penguapan air, terutama di daerah panas,’’ tutur dia.
Penguapan bisa dilakukan setiap dua pekan menggunakan pupuk organik cair sepekan sekali. Bagi pemilik yang cukup sibuk, bisa memakai pupuk slow release yang dapat bertahan selama tiga bulan. Dengan demikian, tanaman dapat tumbuh maksimal sekitar 1,5 meter di dalam pot. ’’Pertumbuhan menyesuaikan dengan ukuran pot karena berkaitan dengan besar tidaknya akar tanaman. Sangat mungkin kalau dari pot dipindah ke tanah,’’ ungkap pria berumur 27 tahun itu.
Tak usah khawatir ketika daun berguguran karena merupakan hal yang wajar. Nanti tumbuh kembali dengan sendirinya. Jika bagian batang dan daun tampak berdebu, dapat dilap supaya proses fotosintesis berlangsung secara optimal. Tentu, supaya tanaman tampak terawat.
Photo
Blood Banana. (FRIZAL/JAWA POS)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
