Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Oktober 2022 | 01.40 WIB

Mini Gourami Paradise: Mungil dan Perawatan Mudah Jadi Daya Tarik

Ikan mini gourami paradise di Gen Aquatic Shop, Cibubur, Jakarta (1/10/2022). FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS - Image

Ikan mini gourami paradise di Gen Aquatic Shop, Cibubur, Jakarta (1/10/2022). FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS

JawaPos.com - Posturnya memang mini. Namun, justru itulah yang menjadi salah satu daya tariknya. Perangainya yang friendly pun membuat mini-gourami paradise bisa jadi opsi menarik di dalam aquascape.

Di habitatnya, mini-gourami paradise terbilang cukup aktif. Karena bersifat pendamai, tidak masalah jika di dalam akuarium ia digabungkan dengan ikan jenis lainnya.

’’Apalagi kalau yang ukurannya mini juga. Memang agak agresif kalau sama udang, habis dimakan sama dia (mini-gourami paradise),’’ ujar Hendy Sugiharja, salah seorang penghobi ikan hias asal Ciracas, Jakarta Timur, kepada Jawa Pos, Sabtu (1/10).

Dia menuturkan, karena termasuk ikan nokturnal, aktivitas mini-gourami paradise didominasi pada malam hari. Dengan begitu, saat siang, mereka cenderung membatasi pergerakannya.

Ikan tersebut juga tergolong mampu hidup di berbagai kondisi air.

’’Habitat aslinya di sungai dan rawa-rawa,’’ imbuhnya. Hendy melanjutkan, disebut mini lantaran panjang tubuhnya hanya berkisar 5–7 sentimeter.

Corak di tubuh mereka juga tak kalah menarik. Warna-warni. Siripnya panjang hingga saat berenang meliuk-liuk elegan.

Ikan itu juga bertubuh mirip gurami konvensional yang berkepala runcing dengan tubuh seperti torpedo. Untuk warna, ada beberapa variasi berbeda.

Yang paling umum adalah biru dan oranye kemerahan yang memudar dekat kepala bagian atas.

Sirip punggung dan bawah biasanya berwarna biru dengan beberapa garis yang lebih terang. Sedangkan sirip ekornya oranye dengan tepi putih mengilap.

Untuk menambah terang warnanya, pakan yang direkomendasikan adalah tetrabits. Kemudian ditambah asupan lain seperti pelet, cacing sutra, serta jentik nyamuk.

Sebagai pemilik usaha ikan hias Gen Aquatic, Hendy mengaku mini-gourami paradise cukup banyak diminati.

Sebab, di Indonesia, peternaknya masih cukup minim. ’’Di Jakarta, setahu saya hampir tidak ada lagi. Kalau breeder saja ada di Bogor. Memang unik dan langka. Di Indonesia gourami paradise ini masih jarang,’’ katanya.

Photo

Hendy Sugiharja membersihkan aquarium Ikan mini gourami paradise di Gen Aquatic Shop, Cibubur, Jakarta (1/10/2022). SALMAN TOYIBI/JAWA POS

Dia menambahkan, kolektor ikan hias pun tidak mudah mendapatkan ikan tersebut. Pelanggannya didominasi di luar Pulau Jawa.

Hendy yang sudah lebih dari 15 tahun menggeluti dunia aquascape amat menjaga agar ikan-ikannya tidak sakit. Sebab, jika sekalinya sakit akan berisiko pada kematian.

’’Kalau mojok terus, nafsu makan berkurang, lalu berenangnya miring juga, udah sakit itu,’’ imbuhnya.

Sama seperti manusia, pada cuaca yang tidak menentu saat ini, ikan bisa dengan mudah tumbang. Jika ikan sakit, Hendy langsung melakukan karantina.

Yakni, memindahkan ikan sakit ke dalam tank khusus. Tujuannya, tidak menulari ikan lain.

Dalam masa karantina, tentu si ikan harus diperlakukan secara khusus. Karantina bisa dilakukan hingga satu pekan.

’’Masa penularan antara satu ikan sakit dan lainnya itu sangat cepat. Jadi, harus betul-betul diperhatikan. Kalau ia punya niat untuk sembuh, pasti bisa sembuh,’’ katanya.

 

 

 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore