
Ikan mini gourami paradise di Gen Aquatic Shop, Cibubur, Jakarta (1/10/2022). FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS
JawaPos.com - Posturnya memang mini. Namun, justru itulah yang menjadi salah satu daya tariknya. Perangainya yang friendly pun membuat mini-gourami paradise bisa jadi opsi menarik di dalam aquascape.
Di habitatnya, mini-gourami paradise terbilang cukup aktif. Karena bersifat pendamai, tidak masalah jika di dalam akuarium ia digabungkan dengan ikan jenis lainnya.
’’Apalagi kalau yang ukurannya mini juga. Memang agak agresif kalau sama udang, habis dimakan sama dia (mini-gourami paradise),’’ ujar Hendy Sugiharja, salah seorang penghobi ikan hias asal Ciracas, Jakarta Timur, kepada Jawa Pos, Sabtu (1/10).
Dia menuturkan, karena termasuk ikan nokturnal, aktivitas mini-gourami paradise didominasi pada malam hari. Dengan begitu, saat siang, mereka cenderung membatasi pergerakannya.
Ikan tersebut juga tergolong mampu hidup di berbagai kondisi air.
’’Habitat aslinya di sungai dan rawa-rawa,’’ imbuhnya. Hendy melanjutkan, disebut mini lantaran panjang tubuhnya hanya berkisar 5–7 sentimeter.
Corak di tubuh mereka juga tak kalah menarik. Warna-warni. Siripnya panjang hingga saat berenang meliuk-liuk elegan.
Ikan itu juga bertubuh mirip gurami konvensional yang berkepala runcing dengan tubuh seperti torpedo. Untuk warna, ada beberapa variasi berbeda.
Yang paling umum adalah biru dan oranye kemerahan yang memudar dekat kepala bagian atas.
Sirip punggung dan bawah biasanya berwarna biru dengan beberapa garis yang lebih terang. Sedangkan sirip ekornya oranye dengan tepi putih mengilap.
Untuk menambah terang warnanya, pakan yang direkomendasikan adalah tetrabits. Kemudian ditambah asupan lain seperti pelet, cacing sutra, serta jentik nyamuk.
Sebagai pemilik usaha ikan hias Gen Aquatic, Hendy mengaku mini-gourami paradise cukup banyak diminati.
Sebab, di Indonesia, peternaknya masih cukup minim. ’’Di Jakarta, setahu saya hampir tidak ada lagi. Kalau breeder saja ada di Bogor. Memang unik dan langka. Di Indonesia gourami paradise ini masih jarang,’’ katanya.
Photo
Hendy Sugiharja membersihkan aquarium Ikan mini gourami paradise di Gen Aquatic Shop, Cibubur, Jakarta (1/10/2022). SALMAN TOYIBI/JAWA POS
Dia menambahkan, kolektor ikan hias pun tidak mudah mendapatkan ikan tersebut. Pelanggannya didominasi di luar Pulau Jawa.
Hendy yang sudah lebih dari 15 tahun menggeluti dunia aquascape amat menjaga agar ikan-ikannya tidak sakit. Sebab, jika sekalinya sakit akan berisiko pada kematian.
’’Kalau mojok terus, nafsu makan berkurang, lalu berenangnya miring juga, udah sakit itu,’’ imbuhnya.
Sama seperti manusia, pada cuaca yang tidak menentu saat ini, ikan bisa dengan mudah tumbang. Jika ikan sakit, Hendy langsung melakukan karantina.
Yakni, memindahkan ikan sakit ke dalam tank khusus. Tujuannya, tidak menulari ikan lain.
Dalam masa karantina, tentu si ikan harus diperlakukan secara khusus. Karantina bisa dilakukan hingga satu pekan.
’’Masa penularan antara satu ikan sakit dan lainnya itu sangat cepat. Jadi, harus betul-betul diperhatikan. Kalau ia punya niat untuk sembuh, pasti bisa sembuh,’’ katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
