Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Oktober 2021 | 02.39 WIB

Sansevieria, Tanaman Tahan Banting yang Masih Jadi Favorit

Sansevieria, tanaman yang bisa ditaruh di indoor maupun outdoor. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS) - Image

Sansevieria, tanaman yang bisa ditaruh di indoor maupun outdoor. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)

Sansevieria menjadi tanaman yang tak lekang waktu. Meski tak sepopuler aroid, ia tetap diincar karena mampu memfilter udara. Kabar baiknya, tanaman berjuluk lidah mertua itu mudah dirawat dan tak mahal. Cocok buat pemula yang punya bujet terbatas.

---

SANSEVIERIA menarik banyak penyuka tanaman bukan karena bentuknya saja. Tanaman asli Afrika itu juga diminati karena diklaim sebagai pembersih udara. Merujuk studi NASA, sansevieria mampu menyerap formaldehida –zat beracun yang terkandung di material pelapis dan perekat interior– dalam ruangan. Beberapa riset juga menjelaskan, tanaman itu mampu mengurangi benzene, octane, toluena, serta trichloroethylene yang dilepaskan beberapa material interior.

Meski demikian, tanaman itu tak berat di kantong. ”Kalau bicara sansevieria, harga 10 ribu saja sampai puluhan juta ada. Dan harganya relatif stabil, naik turunnya tidak secepat aroid,” kata Irwansyah. Bahkan, di era demam tanaman seperti saat ini, kenaikan harganya pun tak terlalu tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Iwe, sapaan Irwansyah, menilai, sansevieria cocok buat pekebun pemula. Sebab, tanaman itu mampu bertahan di suhu tinggi Surabaya. Asal, tidak terpapar langsung cahaya matahari dalam waktu panjang. Ia juga kuat berhari-hari tanpa penyiraman. ”Kalau kata orang, ditancepin saja hidup. Tidak disiram beberapa hari tetap bagus,” imbuhnya. Tak cuma yang berdaun hijau, sansevieria variegata pun bandel terhadap kering.

Pemilik Kahiyang Garden itu menilai, sansevieria hibrida atau hasil persilanganlah yang terbilang manja. Selain mahal, perawatannya harus ekstra. ”Kalau telat nyiram atau media tanamnya nggak cocok, tanaman langsung kurang fit,” paparnya. Hasil tanaman hybrid memiliki corak, bentuk, hingga susunan daun yang unik. Tapi, ”jadi” atau tidaknya tanamanlah yang membuat harganya dibanderol cukup tinggi. Sebab, tak jarang tanaman hasil persilangan tidak ”membawa” sifat yang diinginkan dari tanaman induknya.

Untuk nonhibrida, perbanyakan tanaman bisa dilakukan secara vegetatif. ”Tinggal potong daun, lalu ditancap. Atau, pisah anakan yang tumbuh di dekat tanaman induk,” lanjut Iwe.

Propagasi atau stek biasa dilakukan untuk mempertahankan corak variegata pada daun. Umumnya, daun akan tumbuh setelah 1–2 bulan ditanam. Setelah melewati tahap tersebut, laju tumbuh bakal berkurang perlahan. ”Makin besar, makin lambat pertumbuhannya,” imbuhnya.

Pria yang mulai berbisnis tanaman pada akhir 2000-an itu menilai, sansevieria bisa tumbuh hingga rata-rata 30 cm. Untuk yang berdaun silindris, tinggi maksimalnya bisa melebihi 50 cm. Perawatan dari tahap anakan hingga dewasa relatif sama.

Iwe menjelaskan, meski tahan diletakkan di dalam ruangan, sansevieria baiknya tetap terpapar hawa luar ruangan. Dengan begitu, pertumbuhan dan penampilannya optimal.

Dia juga menjelaskan, sansevieria menyukai lingkungan tanam yang kering. Tak perlu terlalu sering disiram. Media tanam pun baiknya yang ringan dan porous. Sebab, tanaman tersebut berasal dari Afrika dan Asia Selatan yang beriklim gurun. ”Kalau terlalu basah, apalagi tergenang hujan, malah rawan busuk. Tanaman sulit diselamatkan,” tegas Iwe.

Photo

TAK PERLU SERING DISIRAM: Irwansyah memeriksa kondisi sansevieria koleksinya. Tanaman ini bisa ditaruh di indoor maupun outdoor. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)




 

AGAR SANSEVIERIA ”BERANAK PINAK” GENERATIF (DENGAN PEMBUAHAN)

  • Untuk mendukung keberhasilan, penyerbukan biasanya dilakukan secara buatan. Apalagi, satu batang bunga tak selalu berisi bunga jantan dan betina.

  • Buah sansevieria dibiarkan tua dan mengering. Biji yang baik (tidak kopong atau kering) akan disemai.


VEGETATIFPROPAGASI

  • Daun sansevieria dipotong dari tanaman indukannya, lalu ditancapkan di tanah. Penambahan vitamin B1 bisa dilakukan untuk mendukung proses adaptasi.

  • Jika anakan yang tumbuh didominasi warna pucat (kuning atau putih), letakkan di tempat teduh dan terlindung dari sinar matahari.


ANAKAN

  • Di usia tertentu, sansevieria bakal membentuk stolon, yakni perpanjangan ruas batang yang di ujungnya ditumbuhi tunas. Setelah anakan dirasa cukup besar, bisa dipisah dan ditanam sendiri.

  • Untuk merangsang anakan, tusuk mata tunas di puncak sansevieria dengan lidi atau potong bagian puncak tanaman.


---

BERTANAM SANSEVIERIA DI RUMAH MEDIA TANAM

  • Iwe menyarankan campuran pasir malang, sekam bakar, dan kompos. Perlite dan hidroton juga disarankan karena bersifat porous.


KEBUTUHAN SINAR MATAHARI

  • Tanaman sansevieria tumbuh optimal di tempat terlindung yang mendapat cukup matahari. Namun, ia juga bisa bertahan di dalam ruangan.


PENYIRAMAN

  • Sesuaikan media tanam yang dipakai. Jika media tanam cenderung padat dan dominan tanah kebun, penyiraman bisa lebih jarang.

  • Sesuaikan lingkungan. Bila diletakkan indoor, tanaman cukup disiram 1–2 minggu sekali. Jika di luar ruangan, menyesuaikan cuaca. Umumnya penyiraman 1–2 kali seminggu.


PEMUPUKAN

  • Cukup berikan pupuk NPK butiran yang biasa dijual di pasaran sesuai petunjuk.


TRIVIA

  • Penyiraman berlebih bisa mengakibatkan akar busuk. Penandanya, muncul titik merah di pangkal daun dekat akar yang berisiko membuat tanaman mati. Kadang, tanaman juga memiliki titik kecokelatan lunak di daun.

  • Bila khawatir berlebihan menyiram, kondisi daun bisa jadi penanda praktis. Daun yang keriput atau berkerut menunjukkan tanaman dehidrasi.

  • Jika diletakkan di dalam ruangan, laju pertumbuhan akan lebih pelan. Sehingga, tanaman akan awet mungil.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore