
Sansevieria, tanaman yang bisa ditaruh di indoor maupun outdoor. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)
Sansevieria menjadi tanaman yang tak lekang waktu. Meski tak sepopuler aroid, ia tetap diincar karena mampu memfilter udara. Kabar baiknya, tanaman berjuluk lidah mertua itu mudah dirawat dan tak mahal. Cocok buat pemula yang punya bujet terbatas.
---
SANSEVIERIA menarik banyak penyuka tanaman bukan karena bentuknya saja. Tanaman asli Afrika itu juga diminati karena diklaim sebagai pembersih udara. Merujuk studi NASA, sansevieria mampu menyerap formaldehida –zat beracun yang terkandung di material pelapis dan perekat interior– dalam ruangan. Beberapa riset juga menjelaskan, tanaman itu mampu mengurangi benzene, octane, toluena, serta trichloroethylene yang dilepaskan beberapa material interior.
Meski demikian, tanaman itu tak berat di kantong. ”Kalau bicara sansevieria, harga 10 ribu saja sampai puluhan juta ada. Dan harganya relatif stabil, naik turunnya tidak secepat aroid,” kata Irwansyah. Bahkan, di era demam tanaman seperti saat ini, kenaikan harganya pun tak terlalu tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Iwe, sapaan Irwansyah, menilai, sansevieria cocok buat pekebun pemula. Sebab, tanaman itu mampu bertahan di suhu tinggi Surabaya. Asal, tidak terpapar langsung cahaya matahari dalam waktu panjang. Ia juga kuat berhari-hari tanpa penyiraman. ”Kalau kata orang, ditancepin saja hidup. Tidak disiram beberapa hari tetap bagus,” imbuhnya. Tak cuma yang berdaun hijau, sansevieria variegata pun bandel terhadap kering.
Pemilik Kahiyang Garden itu menilai, sansevieria hibrida atau hasil persilanganlah yang terbilang manja. Selain mahal, perawatannya harus ekstra. ”Kalau telat nyiram atau media tanamnya nggak cocok, tanaman langsung kurang fit,” paparnya. Hasil tanaman hybrid memiliki corak, bentuk, hingga susunan daun yang unik. Tapi, ”jadi” atau tidaknya tanamanlah yang membuat harganya dibanderol cukup tinggi. Sebab, tak jarang tanaman hasil persilangan tidak ”membawa” sifat yang diinginkan dari tanaman induknya.
Untuk nonhibrida, perbanyakan tanaman bisa dilakukan secara vegetatif. ”Tinggal potong daun, lalu ditancap. Atau, pisah anakan yang tumbuh di dekat tanaman induk,” lanjut Iwe.
Propagasi atau stek biasa dilakukan untuk mempertahankan corak variegata pada daun. Umumnya, daun akan tumbuh setelah 1–2 bulan ditanam. Setelah melewati tahap tersebut, laju tumbuh bakal berkurang perlahan. ”Makin besar, makin lambat pertumbuhannya,” imbuhnya.
Pria yang mulai berbisnis tanaman pada akhir 2000-an itu menilai, sansevieria bisa tumbuh hingga rata-rata 30 cm. Untuk yang berdaun silindris, tinggi maksimalnya bisa melebihi 50 cm. Perawatan dari tahap anakan hingga dewasa relatif sama.
Iwe menjelaskan, meski tahan diletakkan di dalam ruangan, sansevieria baiknya tetap terpapar hawa luar ruangan. Dengan begitu, pertumbuhan dan penampilannya optimal.
Dia juga menjelaskan, sansevieria menyukai lingkungan tanam yang kering. Tak perlu terlalu sering disiram. Media tanam pun baiknya yang ringan dan porous. Sebab, tanaman tersebut berasal dari Afrika dan Asia Selatan yang beriklim gurun. ”Kalau terlalu basah, apalagi tergenang hujan, malah rawan busuk. Tanaman sulit diselamatkan,” tegas Iwe.
Photo
TAK PERLU SERING DISIRAM: Irwansyah memeriksa kondisi sansevieria koleksinya. Tanaman ini bisa ditaruh di indoor maupun outdoor. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
