Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 April 2021 | 00.17 WIB

Berkenalan dengan Ragam Merpati Hias

ILUSTRASI - BUDIONO/JAWA POS - Image

ILUSTRASI - BUDIONO/JAWA POS

Jika kita hanya mengenal merpati cuma untuk adu cepat dan kalongan. Maka itu salah. Ragam merpati ternyata masih banyak. Salah satunya, merpati hias yang enak dipandang.

---

SANGKAR susun berukuran masing-masing 50x50 sentimeter itu diisi dua merpati. Bukan merpati biasa. Tampilannya unik. Kepalanya punya kuncung.

Paling unik ada di paruhnya. Pesek dan bahkan hampir rata dengan posisi hidungnya. ”Ini jenis merpati hias modern oriental frill (MOF). Satu dari dua kelurga blodinette oriental frill (BOF),” ujar peternak sekaligus penggemar merpati hias Muhafi.

Muhafi mengatakan, keunikan lain merpati itu ada pada bulunya. Saat kecil, warnanya polos. Namun, saat tumbuh dewasa muncul corak batik. Tidak bisa ditebak warnanya apa, itu yang menjadi nilai lebih dan artistik bulunya.

Muhafi yang juga pemilik Indonesia Bagian Madura (IBM) Bird Farm sudah lebih dari setahun mengoleksi merpati hias. Sekaligus diternak untuk dikembangbiakkan.

Ada beberapa jenis merpati yang dia miliki di rumahnya kawasan Jalan Dupak Bandarejo itu. Misalnya, BOF classic dan modern, French mondain, hingga jacobin.

Menurut dia, memelihara merpati lebih gampang. Sebab, tidak perlu usaha untuk melatih suaranya. Karena memang kelebihan ada di body-nya saja.

”Pakan juga tidak rewel. Paling utama jagung. Ada tambahan mungkin hanya pelet. Plus dilepas saja sesekali dari kandang,” ujarnya.

Jangan dibayangkan merpati hias ini seperti doro pada umumnya yang membutuhkan pagupon. Rata-rata merpati hias tidak bisa terbang jauh. Bahkan hanya seperti melompat.

Misalnya, jenis mondain asal Prancis itu. Merpati yang biasa diambil dagingnya tersebut memiliki tubuh yang montok. Ukurannya bisa tiga kali merpati biasa.

”Jenis itu cocok untuk dilepas di taman. Tidak akan ke mana-mana ia. Terbang pun hanya ketinggian 1–2 meter dan jaraknya pendek,” ujar pria yang juga peternak perkutut tersebut.

Karena penampilan yang unik itu, merpati hias selalu tersedia kompetisinya. Poin utama penilaian adalah penampilannya. Jenis BOF, misalnya. Yang menjadi poin utama adalah keindahan corak bulunya. Sementara itu, jenis mondain semakin ceper semakin bagus. ”Kalau dilihat, ia seperti duduk. Nah, posisi itu yang dinilai bagus. Merpati itu lebih simpel,” ujar Muhafi.

Soal harga, Muhafi menyebut harganya beragam. Jenis MOF misalnya ada di kisaran Rp 7,5 juta per pasang. Kemahalan itu ditentukan dari keindahannya dan juga reproduksinya.

Baca Juga: Kelepasan Memberikan Kode OTP, Akun Pinjaman Online Jebol Rp 23 Juta

Menurut dia, jenis tersebut paling sulit dikembangkan. Sekali bertelur hanya dua butir. Lalu, saat lahir anakan terkadang kesulitan makan karena paruhnya yang mengalami kelainan genetik itu. ”Meskipun diloloh terkadang masih gagal juga,” ujarnya.

Namun, bagi pemula, merpati hias jenis apa pun akan tetap mudah dipelihara. Karena itu, bagi orang-orang yang bukan fanatik merpati pun tidak akan kerepotan memelihara merpati tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Rq41DRB11zQ

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore