Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Maret 2021 | 01.08 WIB

Rajin Mandikan Kucing Sphynx Plus Pakai Lotion

KESAYANGAN: Adellia Nike bersama Carol Skye yang berusia lima bulan. Anabul berjenis sphynx atau Canadian hairless itu memiliki rutinitas perawatan yang sedikit berbeda dengan anabul kebanyakan. (Guslan Gumilang/Jawa Pos) - Image

KESAYANGAN: Adellia Nike bersama Carol Skye yang berusia lima bulan. Anabul berjenis sphynx atau Canadian hairless itu memiliki rutinitas perawatan yang sedikit berbeda dengan anabul kebanyakan. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

Kucing sphynx atau Canadian hairless dikenal dengan kulitnya yang tanpa bulu. Kekhasannya tersebut membuat beberapa orang penasaran maupun takut. Namun, kucing jenis tersebut termasuk kucing ramah dan pandai serta perlu perlakuan yang berbeda di rumah.

---

LINCAH. Satu kata yang bisa menggambarkan Carol Skye, kucing sphynx milik Adellia Nike. Kucing berusia lima bulan itu selalu mencari benda baru untuk dimainkan. Mainan kucing, benda-benda kecil, semua bisa dimainkan kucing anakan tersebut. ”Kadang aku latih trik-trik khusus. Dan, dia termasuk jenis kucing yang pintar,” ucap Adel.

Salah satu trik yang sedang dipelajari Skye adalah fetching, di mana Adel melempar sesuatu dan Skye harus mengambilnya dan mengembalikan benda tersebut kepada Adel. Latihan itu biasanya dilakukan sambil memberikan snack pada Skye.

Selain kelincahannya, kucing sphynx dikenal dengan badan yang sensitif. Maklum, kulitnya hanya dilengkapi dengan rambut-rambut halus. Adel terbiasa memandikan Skye dua kali seminggu. Hal itu dilakukan untuk menjaga supaya kotoran tak mudah menempel pada kulitnya. Karena tanpa bulu, kulit kucing sphynx memang memproduksi lebih banyak minyak.

Adel memandikan Skye dengan air hangat supaya tidak kedinginan dan tetap nyaman. Jika menggunakan air dingin, Skye berpotensi terkena flu. ”Sabun yang dipakai juga sabun bayi, jadi lebih banyak kandungan moisturizer,” papar ibu tiga anak tersebut.

Setelah dimandikan, tubuh Skye dikeringkan dengan handuk atau lap kain elastis. Kulit Skye juga sering dibubuhi body lotion bayi supaya lebih terawat.

Menariknya, kucing sphynx memproduksi lebih banyak minyak saat stres. ”Jadi lebih cepat kotor kan ia,” imbuhnya. Kondisi yang membuat kucing sphynx stres memang bergantung karakter dan lingkungan juga. Skye sendiri cenderung stres saat mendengar suara keras.

Karena bulunya yang tipis, Skye tak terbiasa dengan ruangan bersuhu dingin. ”Jadi, diletakkan di ruang tengah, sering pintu dibuka atau pakai AC, tapi kan ruangannya besar,” ucap Adel. Skye jarang diletakkan di kandang, lebih banyak berkegiatan atau tidur di tempat hangat. Favoritnya, di atas dekoder TV kabel, belakang kulkas, atau nyelip di antara sofa.

Baca Juga: 5 Karyawan Kimia Farma Gelapkan Obat Apotek untuk Dijual tanpa Resep

Untuk asupan makanan, Skye biasa mengonsumsi kombinasi makanan kering dan makanan basah. Skye juga diberi asupan madu serta vitamin. ”Aku belum berani kasih raw food. Jadi, telur, daging burung puyuh, itu masih diolah dry cook,” sambung perempuan yang merupakan dokter itu.

Vaksinasi dan pemeriksaan rutin pun perlu untuk kucing sphynx. Selain itu, obat cacing perlu dikonsumsi sesuai anjuran dokter hewan untuk menjaga kondisi kucing.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/2_iQeI5pH1Y

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore