
Rockwool (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Hidroponik membutuhkan media tanam yang tak mengandung mineral, nutrisi, atau pupuk alami. Beberapa jenis media tanam beredar di pasaran. Rockwool terbilang yang paling beken. Apa spesialnya?
---
BIBIT-bibit sawi yang sudah disemai Fuad Almoma mulai memunculkan daun-daun kecil. Begitu pun bibit kangkung yang dikembangkannya, daun-daun kecilnya sudah terlihat lebat. Dua jenis bibit tersebut ditumbuhkan dengan media tanam rockwool. Media tanam yang menurut Fuad paling banyak digunakan untuk hidroponik.
”Mungkin paling pertama masuk ya, jadi orang paling familier dengan rockwool,” ujarnya. Padahal, masih banyak media tanam lainnya yang bisa jadi pilihan. Misalnya kokopit, sekam bakar, dan hydroton.
Rockwool dikenal dengan serat-serat yang dibentuk menjadi kubus-kubus empuk. Di tengahnya, bibit biasanya diselipkan supaya tumbuh hingga besar. Rockwool, seperti namanya, merupakan serat-serat mirip wol yang sebenarnya terbuat dari batu-batuan vulkanis. Batuan yang berasal dari wilayah pegunungan melengkapi syarat sebagai media tanam hidroponik, yaitu tak mengandung nutrisi. ”Pembuatannya itu seperti gula-gula kapas. Jadi, batu dipanaskan dengan suhu tertentu, kemudian ada alat berputar yang menangkap seratnya,” terang Fuad.
Rongga-rongga pada serat tersebut memungkinkan oksigen masuk dan membantu pertumbuhan tanaman. Serat itu juga mampu menyerap air secara merata. ”Beda dengan spons atau busa misalnya. Air hanya terperangkap di bagian bawah, jadi kalau dipegang atasnya seperti kering,” papar pria yang sudah menggeluti hidroponik sejak 2012 tersebut.
Photo
DENSITY HARUS PAS: Fuad Almoma mengecek kerapatan rockwool yang sudah diisi bibit sawi. Sebelum digunakan, rockwool dicetak dengan kotak kayu dan alat pelubang untuk tempat bibit disemai. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Rockwool juga disukai karena kebersihannya. Aliran air yang terus melewati rockwool pada instalasi hidroponik tetap jernih hingga kembali ke tangki. ”Beda dengan sekam bakar, itu air pasti kotor setelah kena. Makanya, banyak yang suka rockwool karena seratnya tidak kebawa air,” sambung pendiri Tritani Agri Jaya tersebut.
Penggunaan rockwool lebih pas untuk menumbuhkan bibit-bibit tanaman sayuran. Sayuran apa pun, menurut Fuad, bisa dibibitkan di rockwool. Beberapa jenis buah juga bisa dibibitkan di rockwool, hanya butuh tipe khusus. ”Bergantung kerekatan atau density rockwool juga,” ucapnya saat ditemui Rabu (3/2) di kawasan Bendul Merisi Utara I.
Baca juga: Inovasi Lampu UV Bisa Bikin Tanaman Hidroponik Panen Sebulan Sekali
Pemilihan kerekatan untuk buah-buahan perlu yang paling tinggi, yaitu sekitar 70. Sedangkan kerekatan untuk sayuran berada di kisaran 37-39. ”Sebenarnya minimal perlu kerekatan 35. Kisaran angka tersebut memang yang produknya paling familier di sini,” sambungnya.
Rockwool dengan kerekatan lebih rendah berpotensi hancur jika terus-menerus dialiri air. Memang kerekatan rendah sebenarnya memberikan keleluasaan pada akar untuk tumbuh bebas. ”Tapi, kalau hancur juga kan sayang. Makanya perlu angka kerekatan yang pas,” imbuhnya.
Photo
DENSITY HARUS PAS: Fuad Almoma mengecek kerapatan rockwool yang sudah diisi bibit sawi. Sebelum digunakan, rockwool dicetak dengan kotak kayu dan alat pelubang untuk tempat bibit disemai. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Joko Budi, rekan Fuad, mengatakan bahwa media tanam hidroponik saat ini mayoritas merupakan hasil impor. ”Termasuk rockwool itu beberapa negara sudah produksi. Jadi, kita masih beli dari sana dengan ukuran satu bal begitu,” ucapnya. Satu bal berisi 16 slab yang masing-masing berukuran 0,5 meter dengan lebar 15 sentimeter dan ketebalan 7,5 sentimeter.
Harga tiap slab dibanderol antara Rp 45 ribu hingga Rp 60 ribu. Per slab-nya bisa digunakan untuk pembibitan hingga 500 tanaman. Bisa disimpulkan, rockwool juga termasuk murah. Tambahan keunggulan bagi rockwool dibanding media tanam lain.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
