
PENUH TANTANGAN: Tledekan adalah burung cerdas yang tidak gampang dijinakkan. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Dikenal sebagai burung cerdas, tledekan gunung memiliki keistimewaan tersendiri. Yakni, mampu menirukan belasan suara burung.
---
UNTUK bisa seperti itu, perawatannya pun tidak sembarangan. Ada beberapa tip dan trik yang wajib dilakukan. Mulai cara biasa sampai ekstrem. Semuanya ditujukan agar tledekan jinak.
Burung asli endemik Indonesia tersebut memang unik. Dibanding burung kicau lainnya. Tledekan memang tak sefamilier love bird atau sejenisnya. Karakternya sebagai petarung tak jarang membuat kicau mania mempelajarinya lebih dalam. Dalam setahun, tledekan hanya mampu bertelur sekali. Tepatnya pada musim hujan.
Karena itulah, penghobi burung tersebut masih dianggap minoritas. Mengingat, jumlahnya tak sebanyak pencinta burung jenis lainnya. Ada beberapa tantangan yang harus dilalui penggemar tledekan. Yakni, bagaimana agar bisa jinak. Sebab, itu akan berpengaruh saat di gantangan.
Ketua Komunitas Tledekan Surabaya–Sidoarjo Feri Setiawan menuturkan, ada beberapa metode untuk menjinakkan tledekan. Yang jelas, kedekatan emosional pemilik secara tak langsung harus terbangun. ”Jadi, butuh perawatan yang konsisten,” ucapnya.
Cara itu memang seperti perawatan pada burung lainnya. Yakni, harus penuh kesabaran. Pemberian makan dan merawatnya harus secara rutin. Nah, untuk cara ekstremnya adalah terapi makan. Burung hanya diberi makan pada pagi dan sore hari. Itu pun ada caranya, yaitu pemilik wajib memberikan makan dengan tangan.
Jadi, makanan tidak diberikan di tempat yang sudah ada saja. Melainkan terdapat pendekatan emosional antara burung dan pemilik. Cara tersebut diangggap lebih cepat membuat tledekan jinak. Di samping itu, saat malam hari wajib dimandikan.
Cara tersebut, kata Feri, bisa menekan agresivitas tledekan. Sebab, dalam kondisi basah, geraknya akan berkurang. Burung cenderung berfokus mengeringkan bulunya. Jika kondisi normal, tingkahnya di dalam sangkar berkurang. Bisa jadi burung mulai jinak.
Tledekan memang dikenal burung pandai bersuling. Belasan macam jenis suara pun bisa ditirukan. Namun, itu semua perlu dilatih. Salah satunya, menyesuikan habitatnya di dalam hutan. Karena itu, tledekan dikenal sebagai burung yang susah jinak.
Baca Juga: Cendet, Burung Galak yang Cerdas Tirukan Beragam Suara
Menurut Feri, selain diberi makanan yang cukup, ada istilah proses embun. Di mana, burung dikeluarkan pada saat pagi hari. Bagusnya lagi kalau masih gelap dan kondisinya sedikit lembap. ”Biasanya sebelum subuh tambah bagus,” katanya.
Sebab, cara tersebut bisa mengembalikan tledekan pada habitatnya di alam liar. Yakni, di dalam hutan dengan kondisi dingin dan lembap. Selain itu, langkah tersebut berguna untuk meningkatkan kesehatan pada burung itu sendiri. Mengingat pada jam tersebut udara di luar masih fresh.
Selain sering disuguhkan banyak jenis suara, proses masteran dinilai penting. Dengan begitu, tledekan bakal merekam dan menirukan suaranya. ”Tledekan mampu turunkan hingga 15 suara burung, tapi semua bergantung perawatannya,” terang Feri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
