Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Desember 2020 | 23.16 WIB

Evan Dimas dan Moza, Moca, Meron, Tiga Anak Bulunya

SAYANG: Evan Dimas dan Dewi Zahra bersama anak bulu kesayangan mereka. Di lantai 2 rumah Evan, mereka menyediakan ruang khusus untuk anak-anak bulu tersebut. (Angger Bondan/Jawa Pos) - Image

SAYANG: Evan Dimas dan Dewi Zahra bersama anak bulu kesayangan mereka. Di lantai 2 rumah Evan, mereka menyediakan ruang khusus untuk anak-anak bulu tersebut. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Evan Dimas resmi menjadi breeder kucing. Dia bahkan sudah tercatat sebagai member The International Cat Association (TICA) Indonesia. Padahal, dulu gelandang Persija Jakarta itu fobia kucing.

---

JANGANKAN menyentuh, kucing baru mendekat saja, saya sudah lompat,” kenang Evan saat ditanya tentang kucing. Pemain 25 tahun itu memang takut pada hewan berbulu tersebut.

Semua bermula saat dia masih berusia 12 tahun. Ketika bermain, Evan dikejutkan dengan kucing di dekatnya. ”Wajah saya hampir dicakar. Dari situ, saya trauma,” katanya.

Sejak saat itu, Evan takut kucing. Karena itu, memelihara kucing tidak pernah terlintas dalam benaknya. Namun, semua berubah saat dia mempersunting Dewi Zahra pada 22 Februari lalu. Ternyata sang istri adalah pencinta kucing. Ketika tinggal di Jakarta, Dewi sering merasa kesepian. Maklum, Evan memang sibuk berlatih. Karena itu, Dewi lantas berinisiatif mengadopsi kucing. ”Bisa buat temen main,” ucapnya.

Dewi tahu sang suami fobia kucing. Namun, niatnya mengadopsi kucing sudah kadung bulat. ”Kami akhirnya lihat-lihat. Ternyata ada kucing jenis ragdoll yang lucu,” jelas perempuan asli Surabaya tersebut.

Kucing 3 bulan itu kemudian diadopsi dan diberi nama Moza. Saat anak bulu tersebut dibawa pulang ke apartemen, Evan ketakutan. ”Takut mau pegang. Tapi, begitu sudah pegang, ternyata dia (Evan) justru suka,” ungkap Dewi.

Besoknya, Evan malah mengajak sang istri jalan-jalan. Evan mencari kucing adopsi lagi untuk menemani Moza. ”Akhirnya dapat kucing jenis Maine coon. Usianya 8 bulan,” ujar Evan.

Kucing itu diberi nama Moca. Lalu, ada satu kucing jenis British shorthair yang diadopsi. Kucing 18 bulan tersebut diberi nama Meron.

Kini Evan yang sempat fobia justru menjadi teman baik bagi Moza, Moca, dan Meron. Lalu, apa yang membuat Evan tidak takut lagi dengan kucing? ”Awalnya masih takut. Tapi, begitu pegang, kok bulunya halus. Terus, wajahnya juga lucu. Pas diajak main juga manja gitu,” tutur mantan pemain Bhayangkara FC tersebut.

Bagi Evan, kucing bukan sekadar hewan peliharaan. ”Malah sudah saya anggap seperti anak sendiri,” ucapnya. Buktinya, ketika Evan dan Dewi pergi jalan-jalan ke mal, kucing-kucingnya juga diajak. ”Saya bawa jalan-jalan. Soalnya, kalau ditinggal di rumah, kasihan. Nggak tega gitu rasanya,” kata kapten timnas U-19 saat juara AFF U-19 2013 tersebut.

Kini Moza, Moca, dan Meron ditempatkan di ruangan khusus di rumah Evan di kawasan Made, Surabaya. Ruangan dengan lebar 2 meter dan panjang 7 meter itu berada di lantai 2. Nanti ruangan tersebut juga digunakan untuk proses breeding. Saat ini memang baru ada tiga kucing. Namun, Evan sudah memesan dua kucing tambahan. ”Ada jenis British shorthair sama Scottish fold. Insya Allah akhir bulan ini datang,” ungkap pemain kelahiran 13 Maret 1995 tersebut.

Hanya, untuk warna dan jenis kelamin, Evan masih pikir-pikir. Sebab, dua kucing barunya itu bakal dijodohkan dengan Moza, Moca, atau Meron. Evan sudah mantap betul untuk menjadi breeder. ”Makanya, aku sampai masuk ke TICA Indonesia,” tegasnya.

Karena sudah menjadi anggota TICA, Evan tidak bisa sembarangan menjodohkan kucing. ”Ternyata ada caranya. Misalnya, kucing yang dijodohkan harus satu jenis. Warnanya juga tidak boleh acak. Harus selaras,” paparnya.

Evan tidak mau asal menjodohkan kucing. ”Hasil pernikahan dari kucing yang tidak selaras nanti jelek. Yang pasti tidak dapat sertifikat dari TICA karena tidak sesuai dengan aturan,” jelas Evan.

Baca Juga: ONH Lunas, Pamit ke Tetangga, Gagal Berangkat, Agen Haji Digugat

Kucing yang tidak memiliki sertifikat jelas dilarang untuk diadopsi. Karena itu, Evan harus hati-hati dalam proses breeding. Untungnya, dia sudah mulai belajar. ”Sedikit-sedikit sudah tahu,” ujarnya.

Meski masih berfokus di sepak bola, Evan juga ingin membesarkan usaha breeding-nya. ”Kalau rezekinya dari breeding, ya alhamdulillah. Yang jelas, untuk sementara, saya ingin merawat kucing dengan baik dulu,” tandasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/8yN9paCLc0w

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore