
SEHAT DAN BERSIH: Kebersihan pejantan yang siap kawin harus selalu dijaga. Memandikan anbul bisa mulai rutin dilakukan. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
Memelihara kucing pejantan dengan berahi tinggi sempat bikin Sisca Putri Purnamasari pusing. Zuma, kucing jenis persia miliknya, suka sekali spraying di berbagai tempat.
---
’’SOFA-SOFA rumah jadi korban. Akhirnya aku bawa ke dokter, kenapa kok bisa kayak gitu,’’ ucapnya mengenai kebiasaan Zuma spraying. Ternyata Zuma sudah menginjak usia dewasa dan siap kawin.
Setelah itu, Zuma dikenalkan ke beberapa betina. ’’Lumayan banyak yang ngelamar karena suka sama hidung khas persianya ini,’’ kata Sisca. Kucing jantan mulai bisa dikawinkan saat sudah cukup umur. Sisca mengawinkan Zuma saat ia mencapai umur 2,5 tahun. Pada usia tersebut, kucing sudah masuk masa dewasa.
Secara umum, gizi pejantan siap kawin tak banyak berbeda. Tak ada aturan pakem harus seperti apa. ’’Makanan itu juga cocok-cocokan dengan kucingnya,’’ ucap Sisca. Memang ada beberapa gizi yang pasti tak boleh luput dikonsumsi. Misalnya, protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin.
Protein yang dibutuhkan pejantan cukup tinggi. Protein membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Fisik si kucing sangat bergantung pada protein yang diterima. Badan kukuh dan bulu bagus bergantung pada cukup tidaknya protein yang diterima. Kucing jantan yang siap kawin justru cenderung memiliki bulu yang lebih mengilap daripada biasanya. ’’Jadi, beda antara kucing betina berahi, bulunya malah jelek. Kalau jantan, makin bagus. Mungkin biar menarik betina ya,’’ jawab Sisca, kemudian terkekeh.
Untuk asupan lain, pemilik juga perlu membaca kandungan pakan. ’’Sedangkan kebutuhan lemaknya rendah saja,’’ ujar drh Tantri Dyah Whidi Palupi. Seperti manusia, kucing juga punya risiko obesitas. Menjaga kadar lemak rendah pada pejantan bisa menjaga kesehatannya dari penyakit internal. Berbeda dengan kebutuhan karbohidrat. Tantri menyarankan karbohidrat level sedang saja. Kegiatan pejantan yang aktif pasti butuh asupan karbohidrat.
Secara umum, pakan yang dijual di pasaran sudah memenuhi kebutuhan tersebut. Asal pemilik juga membaca betul bahan dan daftar gizi di bungkus pakan. ’’Jadi, cari yang labelnya lengkap supaya kita tahu takarannya juga,’’ tambah perempuan asal Madiun itu. Kadang, ada pakan yang asupan vitaminnya kurang lengkap. Kalau begini, tak masalah pemilik memberikan asupan vitamin tambahan dalam bentuk lain.
Bentuk pakan sebenarnya tak berpengaruh banyak. Baik basah maupun kering. Hal tersebut lebih bergantung pada kebiasaan pemilik dan kucing. ’’Memang kalau pakan basah, kadang lebih sedikit. Jadi, porsinya lebih banyak,’’ jelas Tantri.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
