
CANTIK: Dari kiri, demekin longtail dan ryukin longtail selalu menjadi koleksi wajib pencinta ikan koki. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)
Siapa yang kenal ikan mas koki? Bahkan, orang-orang yang hobi ngomel biasanya dijuluki ’’mulutnya seperti ikan koki’’. Ikan dengan postur bantet dan menggemaskan itu tak pernah kehilangan pesonanya di kalangan penghobi ikan hias. Sekarang, variasi koki makin banyak.
---
Saking kondangnya si mas koki sejak zaman baheula, banyak orang awam dan penghobi yang memulai memelihara ikan hias dengan membeli Carassius auratus auratus. Sebab, dalam sejarahnya, koki merupakan salah satu ikan air tawar yang kali pertama berhasil didomestikasi alias dibudidayakan oleh manusia.
Selain kaya dengan warna, koki juga memiliki bentuk tubuh yang unik dan beragam. Ada yang berjambul lebat, bermata balon, atau bertubuh sangat bulat mirip bola golf.
Seorang penghobi asal Surabaya, Pratama Putra Wardana, mengisahkan pengalamannya saat kali pertama memutuskan memelihara koki. Pria 35 tahun itu masih ingat betul ketika pergi ke pasar ikan. Seorang pedagang menipunya dengan mengatakan bahwa ikan yang dijualnya itu jenis ryukin. Padahal, aslinya oranda. Maklum newbie, Pratama asal percaya saja.
’’Namanya juga belum tahu. Akhirnya dibeli aja,’’ katanya, lantas terbahak. Dia memilih koki setelah pensiun dari memelihara kucing. Yang membuatnya kesengsem dengan koki adalah keunikan bentuk wen (jambul) pada jenis oranda.
Beberapa penelitian menyebutkan, ikan mas koki tergolong mudah beradaptasi. Ia dapat hidup dengan baik di kolam, bak kecil, maupun akuarium. Juga, bisa berkembang dalam suhu 18–32 derajat Celsius. Tidak boleh terlalu dingin.
Menurut Pratama, problem mendasar dalam memelihara koki di akuarium adalah kondisi air yang harus selalu bersih. Karena itu, akuarium mesti didukung filtrasi yang memadai. ’’Ikan ini kan berlendir. Kalau lendirnya banyak, air akan keruh. Pasti kadar amonianya juga tinggi,’’ jelas pria yang memelihara goldfish sejak 2018 itu. ’’Itu juga yang jadi stigma kalau goldfish gampang mati. Padahal ya tidak. Perlu dipahami dulu tentang filtrasi,’’ imbuhnya.
Dia memasang aerator AC/DC yang secara otomatis berpindah ke mode DC ketika listrik padam. Lalu, kembali otomatis ke AC saat listrik menyata. Tiga tank miliknya, satu megatank berukuran 3 x 2 x 1,75 meter dan dua tank semi-paludarium, selalu dilengkapi aerator itu. ’’Agar (aliran air) lebih smooth. Kan koki nggak suka arus. Output airnya pakai mode jamur. Sejauh ini cukup efektif,’’ ungkap pemilik Wiyung Goldfish tersebut.
Pemberian pakan juga perlu diperhatikan. Tidak selalu harus banyak. Menurut Pratama, pakan untuk ikan mas koki sedikit-sedikit saja, yang penting habis. Sebab, jika terlalu banyak dan makanan tersisa, kadar amoniak pada air menjadi berlebih. Beberapa jenis makanan adalah pelet, cacing darah, dan cacing sutra.
Selain itu, agar kondisi ikan tetap baik, dia membuat ramuan herbal dari beberapa jenis empon-empon yang dilarutkan dengan air. Ramuan itu diberikan secara berkala. ’’Memangnya manusia saja yang njamu? Mereka (koki) juga iya. Itu ampuh mengobati dan mencegah penyakit,’’ ucapnya, lantas tertawa.
Hingga kini, Pratama telah mengoleksi ratusan ikan mas koki dari berbagai jenis. Mulai oranda, demekin, ryukin, sampai ranchu. Ada juga jenis ikan mas koki ekor panjang dan klasik. Bersama adiknya, Dimas Raditya Pratama, bisnis ikan mas koki milik Pratama semakin berkembang.
Meski sudah memiliki jaringan baik dengan petani ikan tersebut di Tulungagung, keduanya tetap melakukan breeding secara mandiri. Hal itu dilakukan untuk memperbaiki kualitas garis keturunan ikan dan melahirkan jenis-jenis baru. Bagi Pratama, itu butuh waktu dan eksperimen yang sangat teliti.
Proyek breeding yang dilakukan saat ini adalah pemijahan jenis oranda. ’’Ini beda line dan genetik. Udah berjalan sih, tinggal nunggu saja,’’ ujarnya.
Skema pemijahan kali ini dibuat standar. Satu jantan dengan satu betina. Untuk oranda jantan, dipilih yang berpostur proporsional. Terutama bodi, kepala, wen, dorsal, sirip bawah, dan ekornya. Untuk betina, dipilih dari genetik yang bagus dan berukuran lebih besar.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
