
KONSISTEN: Salah satu sudut Kios Ojo Keos yang mendisplai buku-buku hasil kurasi Cholil Mahmud pada Rabu lalu.
Kios Ojo Keos Jeli Kurasi Buku hingga Gelar Diskusi
Mengelola toko buku independen harus luwes dan kreatif. Di tengah derasnya gempuran teknologi yang membuat buku terkesan ketinggalan zaman, Kios Ojo Keos terus berinovasi. Selain jeli mengurasi buku dan rutin menggelar diskusi, Tandang Keos menjadi cara jitu untuk tetap eksis.
KOTAK kayu di depan pintu Kios Ojo Keos itu menarik perhatian. "Barbuk (Barter Buku). Taruh Satu Ambil Satu.” Ada tulisan berwarna putih pada bagian atas kotak. "Siapa pun boleh barter buku. Kalau ambil satu buku, harus naruh satu buku,” terang M. Asranur, sukarelawan Kios Ojo Keos, kepada Jawa Pos saat dijumpai di Bona Indah Plaza, Lebak Bulus, Cilandak.
Rabu (14/6) pagi itu, dia sibuk mengeluarkan buku-buku dari kardus. Buku impor itu baru datang. Asranur mengecek, mendata, dan menatanya. Dia ditemani Sakilah Salsabil yang akrab disapa Kia. Kia merapikan buku di rak dan melayani pembeli. Selain menjual buku, kaset, dan merchandise, kios tersebut juga berfungsi sebagai coffee shop.
Tidak banyak pengunjung yang datang. Hanya satu dua. "Kalau pagi memang masih sepi. Mulai ramai sore hari,” terang Asranur. Menurut dia, sebelum pandemi Covid-91, kios tersebut lumayan ramai. Ada pelanggan-pelanggan setia yang datang setiap bulan. Kini pengunjung Kios Ojo Keos rata-rata orang baru. Artinya, bisnis buku menggeliat dari awal lagi.
Kios menampung sekitar 3.800 judul buku. Sebanyak 900 di antaranya adalah buku impor berbahasa Inggris. Sedangkan, 2.900 sisanya adalah buku berbahasa Indonesia. Setiap judul rata-rata tersedia dalam 3–5 eksemplar.
Buku impor berasal dari distributor. Tapi, sebagian kecil dibeli sendiri oleh Cholil Mahmud, pendiri Kios Ojo Keos sekaligus vokalis band Efek Rumah Kaca yang tinggal di Negeri Paman Sam. Ada buku sastra, sosial politik, filsafat, dan juga musik. ’’Paling banyak buku sastra,” tutur Asranur.
KHAS: Kotak barter buku di pintu masuk Kios Ojo Keos. Pengunjung bisa menaruh bukunya di kotak dan mengambil satu buku lain dari situ.
Dia menambahkan bahwa kiosnya hanya menjual buku yang berkualitas. Selain menarik untuk dibaca, buku tersebut harus karangan penulis yang punya rekam jejak bagus dalam dunia tulis-menulis. Sebelum bertengger di rak displai, buku juga harus lolos kurasi. "Cholil yang mengurasi karena dia yang banyak baca buku. Kalau saya bagian yang berhubungan dengan penerbit,” paparnya.
Agar tetap eksis dan semakin dikenal masyarakat, Asranur mengaku aktif menggelar acara di Kios Ojo Keos. Bisa berupa diskusi buku atau musik. Menurut dia, pengunjung gerainya memang kebanyakan adalah para pencinta musik. Dengan membiasakan para penikmat musik tersebut berada di antara buku-buku, dia berharap mereka juga akan menjadi pembaca buku.
Sesekali, Asranur juga melakukan Tandang Keos. Itu adalah acara yang dihelat Kios Ojo Keos di luar gerai yang di Cilandak. Sejauh ini, Tandang Keos pernah diselenggarakan di Pamulang dan Bekasi. Tandang Keos merupakan kolaborasi Kios Ojo Keos dan tuan rumah. Biasanya, mereka menggelar diskusi sastra, diskusi buku, dan penjualan buku. Ke depan, Tandang Keos akan lebih sering dilakukan.
Terkait penjualan buku, Kios Ojo Keos juga berpromosi lewat media sosial dan lokapasar. Ternyata, sejak pandemi, pembeli buku daring banyak juga. Rata-rata 8–15 orang per hari. Asranur menegaskan bahwa lokapasar memperpanjang umur Kios Ojo Keos.
Sampai sekarang Kios Ojo Keos konsisten menyediakan buku dengan harga terjangkau. "Kenapa kita harus jual (untung, Red) 50 persen kalau dengan 20 persen sudah dapat untung. Itu prinsip Efek Rumah Kaca agar lebih banyak orang bisa mengakses buku,” papar Asranur.
Bulan depan Kios Ojo Keos bakal buka gerai di Pamulang, Tangerang Selatan. Ukurannya lebih kecil dari gerai di Cilandak yang sudah berdiri sejak 2018. Namun, kualitas buku dan layanannya tidak akan kalah bagus. (lum/c6/hep)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
