
MENGGEMASKAN: Dua anak kucing british shorthair dan british longhair yang bermata biru. (Yeremia Halim for Jawa Pos)
Keinginan untuk merawat kucing jenis scottish fold dan british shorthair muncul di benak Yeremia Halim sejak lima tahun lalu. Fisiknya yang menarik dan tingkahnya yang menggemaskan membuat dirinya luluh.
---
Kini, Yeremia menjadi pawrent dari 5 kucing british shorthair dan 6 kucing scottish fold. Dia mengaku, banyak ketentuan perawatan yang harus dipatuhi selama berkomitmen merawat kucing-kucing tersebut.
British shorthair yang dimiliki Yeremia dengan pola warna silver. Ada Glory, dengan bulu warna putih di bagian dalam dan gradasi abu-abu keperakan di bagian luar. Pipinya terlihat chubby dengan mata bulat. Bobotnya sekitar 3 kilogram dengan kaki agak pendek. Ada pula, Arthur si kucing british shorthair jantan. ’’Perbedaannya hanya bulu bagian luar yang ada gradasi cokelat dan matanya biru,” imbuhnya.
Untuk scottish fold, ciri-cirinya adalah telinga yang melipat ke dalam dengan bulu pendek. Berat badannya sekitar 2,8 sampai 3 kilogram. Kucing yang jantan terlihat lebih chubby. Yeremia memiliki satu induk dan empat ekor anak jenis scottish fold. Ada juga pejantan dengan jenis scottish fold straight ears. ’’Bedanya itu telinga yang lurus, seperti kucing pada umumnya,” paparnya.
Yeremia membagi lima langkah perawatan kucing-kucing miliknya. Yang meliputi pengecekan suhu, pemberian makan, obat, dan vaksin, serta grooming. Menurut dia, perawatan tersebut harus benar-benar diperhatikan dengan baik. Jika tidak, akan ada sejumlah risiko yang harus dihadapi ’’Jadi, harus sesuai standar Cat Fanciers Association (CFA) dan World Cat Congress (WCC),” kata pria yang tinggal di Surabaya Barat itu.
Setiap harinya, kucing-kucingnya mendiami ruangan ber-AC dengan suhu khusus. Yakni, ruangan 3 x 3,5 meter yang menggunakan AC 1 pk dengan suhu 22–25 derajat Celsius. Itu berguna untuk menjaga keindahan bulu dan kulitnya. Yeremia memberi kucingnya makanan berprotein tinggi. Baik dry food ataupun wet food. Khusus untuk kucing betina dan anak kucing/kitten, makanannya diimpor dari Eropa.
Untuk grooming, Yeremia menggunakan sampo racikan sendiri. Tujuannya demi bulu kucing yang bagus dan terurai sempurna. Dirinya juga rutin memberikan obat cacing tiap bulan dan obat kutu tiap tiga bulan sekali. Sedangkan vaksin juga diberikan rutin tahunan.
Kini, Yeremia juga memperkenankan kucing-kucingnya diadopsi dengan sistem charity. ’’Enggak sembarangan seperti jual beli barang. Harus disurvei juga adopternya,” pungkas pemilik Jerehui Cattery itu.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=s6sUhV6v5HE&ab_channel=jawapostvofficial

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
