
Photo
PRODUSEN hoax di Indonesia tak bosan-bosannya membuat kabar palsu tentang virus korona di Italia. Hampir setiap hari selalu ada info palsu yang menyebut Italia sudah putus asa dan menyerah menghadapi pandemi virus mematikan itu.
Contohnya kolase dua foto ratusan peti mati yang diunggah akun Facebook Poppie Yopie pada 4 April lalu. Foto tersebut diberi keterangan bahwa perdana menteri Italia sudah angkat tangan. ”Penjagaan kami sudah tiada. Penyakit ini terus membunuh kami. Segala Penyembuhan di dunia Sudah Tamat. Semalam 427 Meninggal. Hari Ini 627 Meninggal. 1.529 orang meninggal dalam waktu 3 Hari. 5.986 kasus baru dalam satu Hari!! Italia telah gagal sepenuhnya.” Begitu penggalan narasi yang ditulis akun Poppie Yopie (bit.ly/PetiItalia).
Informasi yang sudah di-share lebih dari 1.000 kali tersebut juga menuliskan bahwa presiden Italia kembali menangis. Penyebabnya, sudah tidak ada tempat pemakaman untuk para korban yang telah meninggal karena Covid-19. Sebab, lebih dari 700 orang meninggal setiap harinya.
Saat ditelusuri, foto peti mati berjajar di sebuah ruangan yang diunggah akun Poppie Yopie bukan foto baru. Foto yang sama pernah diunggah portal berita theguardian.com pada 10 Oktober 2013. The Guardian menjelaskan bahwa di dalam peti-peti itu terdapat lebih dari 300 jenazah korban kecelakaan kapal imigran dari Afrika di lepas Pantai Lampedusa, Italia, pada 3 Oktober 2013. Para imigran tersebut tewas setelah kapal yang ditumpangi 500 orang itu terbakar dan tenggelam setengah mil dari Italia.
Foto tersebut diabadikan fotografer AFP Roberto Salomone saat kedatangan presiden Uni Eropa di hanggar bandara yang menjadi tempat sementara penyimpanan peti jenazah.
Sementara itu, foto deretan peti mati dengan rangkaian bunga di atasnya pernah diunggah kanal YouTube Davolese90 pada 10 April 2009. Keterangannya menyebutkan bahwa video itu mengenang korban gempa yang melanda Abruzzo. ”Sebuah penghormatan kecil kepada para korban gempa bumi yang melanda Abruzzo dan mengejutkan seluruh Italia,” bunyi keterangan kanal tersebut.
Gempa berkekuatan 6,3 skala Richter memang pernah melanda Pegunungan Abruzzo di timur Roma pada 6 April 2009. Gempa itu mengakibatkan 308 orang meninggal. Bagian bawah kolase foto peti mati yang diunggah akun Poppie Yopie berisi jenazah korban gempa tersebut. Bukan korban pandemi Covid-19.
FAKTA
Dua foto peti mati yang diunggah akun Facebook Poppi Yopie tidak memiliki kaitan dengan pandemi Covid-19. Foto bagian atas adalah peti jenazah korban kapal karam imigran Afrika di Italia pada Oktober 2013. Sedangkan foto bagian bawah adalah peti jenazah korban gempa di Abruzzo, Italia, 6 April 2009.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
