alexametrics

Ular Beracun dalam Paprika?

5 September 2019, 19:12:13 WIB

JawaPos.com – Video yang cukup meresahkan beredar di media sosial. Tampak tangan seseorang berusaha mengeluarkan sesuatu yang mirip benang putih di dalam paprika hijau. Saat dikeluarkan, tubuh hewan tersebut bergerak mirip cacing. Tapi, keterangan yang menyertai video itu menyebutkan bahwa hewan tersebut adalah ular berbahaya dan beracun.
Jawa Pos menemukan video itu diunggah akun Twitter Kelsey-Marie (@kelseydashmarie) pada 1 September 2019. “This is the world’s tiniest poisonous snake and its often found inside green peppers,” tulisnya. Kicauan Kelsey itu sudah di-retweet lebih dari 29 ribu kali oleh pengguna Twitter.
Video serupa disebar ulang netizen di Indonesia lewat YouTube dan Facebook. Malah, informasi yang menyertainya dimodifikasi dengan narasi yang ngawur. Contohnya, unggahan akun Jasmin Oi (fb.com/djasmin.kl) yang menyebut ular itu sangat beracun.
Saat ditelusuri, informasi tersebut pernah diulas situs pencari fakta snopes.com. Judulnya, Does A Video Show A Dangerous Worm in a Bell Pepper? Ulasan yang terbit pada 29 Agustus 2019 menjelaskan bahwa video tersebut otentik dan tidak ada rekayasa. Namun, yang menyesatkan itu narasinya.
Snopes menyebutkan, hewan kecil dalam paprika hijau itu bukanlah ular tertipis dan beracun di dunia. Melainkan salah satu jenis cacing dan tidak berbahaya bagi manusia. Menurut para ahli, makhluk yang ditampilkan dalam video tersebut cacing Nematoda mermithid atau umumnya disebut cacing gelang. Tergolong parasit bagi serangga.
Seorang dosen senior biologi di Universitas New Mexico, Amerika Serikat, Ben Hanelt, menyebutkan bahwa cacing itu tidak menyebabkan penyakit pada manusia. “Sangat mungkin disebut Nematoda mermithid. Bukan patogen bagi manusia, hanya untuk serangga,” jelas Ben.
John Janovy, seorang pakar parasitologi dari Universitas Nebraska, Lincoln, AS, membenarkan bahwa hewan tersebut adalah cacing gelang dan tidak berbahaya bagi manusia. Senada dengan dua pakar sebelumnya, seorang profesor biologi integratif di Universitas Negeri Oklahoma Matthew Bolek menyebutkan bahwa manusia tidak akan terinfeksi oleh hewan itu.
“Sejauh yang saya tahu, ini adalah Nematoda mermithid. Muncul dari inang artropoda untuk mencari tanah atau air untuk berkembang menjadi cacing dewasa yang hidup bebas. Tidak berbahaya dan manusia tidak dapat terinfeksi parasit ini,” papar pakar evolusi parasit itu. Anda dapat membaca ulasan tersebut di bit.ly/BukanUlarBerbisa.

FAKTA
Hewan kecil berwarna putih dalam paprika bukanlah ular beracun paling kecil di dunia. Hewan tersebut adalah cacing gelang yang tidak berbahaya bagi manusia.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : zam/c6/fat



Close Ads