
Sahruddin, 35, pedagang mainan musiman saat arus mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Banten. (Dimas Choirul/JawaPos.com)
JawaPos.com - Terik matahari menyengat di Dermaga 3 Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (18/3) siang. Di sela deru kendaraan yang mengular menuju kapal penyeberangan, seorang pria berdiri sambil menenteng gantungan mainan warna-warni.
Ia menyapa satu per satu kaca mobil para pemudik, menawarkan hiburan sederhana bagi anak-anak yang mulai gelisah di perjalanan panjang.
Namanya Sahruddin, 35 tahun. Setiap musim mudik lebaran, ia kerap turun menjadi pedagang mainan musiman. Bukan tanpa alasan, momen ini menjadi salah satu peluang terbesar baginya untuk meraup pundi-pundi rupiah.
Dengan wajah yang tampak kusam, di tangannya, tergantung beragam mainan anak, mulai dari boneka kecil, mainan bunyi-bunyian, hingga setir mobil-mobilan.
Tak hanya itu, Ia juga menjajakan kipas, baik kipas elektrik maupun kipas bambu sederhana, yang banyak dicari pemudik di tengah cuaca panas.
“Ya jadi pemudik itu kan terkadang bawa anak, ya kan ya? Terus terkadang kalau pemudik itu kalau macet itu kan pusing, ya kan? Terus anaknya nangis terkadang. Jadi kan kita ngasih mainan anak-anak gitu,” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (18/3).
Di tengah antrean kendaraan yang kerap tersendat, kehadiran pedagang seperti Sahruddin menjadi “penyelamat kecil” bagi para orang tua. Anak-anak yang rewel bisa sejenak teralihkan perhatiannya dengan mainan sederhana yang dijajakan.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai dari Rp 10 ribu untuk kipas hingga Rp 45 ribu untuk mainan. Sahruddin mengambil barang dagangannya dari kawasan Banten Lama, lalu menempuh perjalanan ke Merak dengan menumpang bus, bahkan terkadang hanya “nebeng” dengan memberi uang sekadarnya.
Ia mengaku, baru tiga hari berjualan mainan di Pelabuhan Merak pada musim Lebaran tahun ini. Jika pada hari biasa, Ia bekerja sebagai buruh harian pabrik dengan upah yang tak seberapa.
Berbeda dengan pekerjaan hariannya, di musim Lebaran ini, Ia bisa meraup hingga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta dari hasil jualan mainan. “Tiga hari biasanya omzetnya Rp 2 juta. Terkadang Rp 1,7 juta,” katanya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
