
“Takbiran idul fitri” Karya: Muhamad Maulana Akbar, Lumajang
JawaPos.com - Perayaan Idul Fitri 1447 H/2026 M diperkirakan berpotensi terjadi perbedaan penetapan. Umat Islam diimbau untuk menunggu hasil keputusan Sidang Isbat yang akan digelar Kementerian Agama (Kemenag) di kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/3) besok.
Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan ilmu falak, ijtima’ (pertemuan matahari dan bulan) akan terjadi pada Kamis (19/3) sekitar pukul 08.25 WIB.
Setelah matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan sudah berada di atas ufuk. Namun, ketinggiannya masih relatif rendah, yakni sekitar 1–2 derajat, dan hanya bertahan sekitar 10 menit setelah matahari terbenam. Kondisi ini membuat hilal sangat sulit untuk terlihat dengan mata telanjang.
“Kondisi terbaik berada di Aceh, karena posisi hilalnya paling baik di Indonesia, dengan tinggi sekitar 2°51' dan elongasi sekitar 6°09',” kata Kiai Cholil di Jakarta, dikutip Rabu (18/3).
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat tersebut menjelaskan bahwa secara teori hilal memang sudah berada di atas ufuk dan jaraknya dari matahari mulai terbuka. Namun, kondisinya masih sangat tipis sehingga peluang terlihat tetap kecil.
Menurutnya, Indonesia saat ini menggunakan kriteria imkanur rukyat MABIMS, yaitu standar penentuan awal bulan Hijriah yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Dalam kriteria tersebut, hilal dinyatakan berpotensi terlihat apabila memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Sementara itu, hasil hisab di Aceh menunjukkan tinggi hilal 2,51 derajat dan elongasi 6,09 derajat, yang berarti masih sedikit di bawah batas kriteria.
“Karena selisihnya sangat kecil, para perukyat tetap melakukan pengamatan. Namun, kemungkinan hilal terlihat masih sangat tipis,” tegasnya.
Dengan demikian, secara hisab hilal memang sudah berada di atas ufuk, tetapi di hampir seluruh wilayah Indonesia masih berada pada ketinggian rendah. Bahkan di Aceh yang memiliki posisi terbaik pun masih belum memenuhi kriteria imkanur rukyat.
“Oleh karena itu, penentuan awal Syawal tetap menunggu hasil rukyat di lapangan dan keputusan Sidang Isbat pemerintah,” pungkasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
