
Ilustrasi, sakit di penghujung bulan Ramadhan. (Freepik/ benzoix.)
JawaPos.com - Tidak terasa puasa di bulan Ramadhan sudah memasuki hari ke-27 dan sebentar lagi Bulan Ramadhan 1447 H akan selesai.
Oleh karenanya, sebagai umat muslim mari manfaatkan 10 hari terakhir Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya.
Seperti diketahui, 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah Fase Itqun minan Nar, yakni pembebasan dari api neraka, dilansir JawaPos.com dari nuonline pada Selasa (17/3).
Sementara 10 hari pertama, disebut sebagai fase rahmat dan kasih sayang Allah, sedangkan 10 hari kedua sebagai fase maghfirah (ampunan dari Allah SWT).
Tidak heran bila Rasulullah menjadikan malam-malam di 10 hari terakhir Ramadhan menjadi malam favorit hingga memberikan contoh kepada umatnya untuk memaksimalkan ibadahnya, seperti membangunkan keluarga untuk shalat malam, memperbanyak sedekah dan membaca Al-Qur'an, sampai dengan i'tikaf.
Namun tahukah kamu ada satu fenomena di mana banyak orang justru mengalami penurunan kondisi fisik di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, seperti tubuh yang melemah, daya tahan menurun, bahkan jatuh sakit.
Kendati ada pihak yang menyayangkan kondisi ini, namun kenyataannya, sakit atau demam di 10 hari terakhir Ramadhan menurut pandangan Islam adalah ujian kesabaran yang bernilai ibadah, penggugur dosa, dan peningkat derajat, dikutip dari sumselA1.
Lebih lanjut, berikut ini poin-poin penting menurut pandangan Islam tentang sakit atau demam di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
1. Peningkat Derajat dan Penggugur Dosa
Sakit, termasuk salah satunya demam di akhir bulan Ramadhan adalah ujian dari Allah untuk membersihkan dosa serta menaikkan derajat seorang Muslim.
2. Pahala Tetap Mengalir
Syekh Ali Jaber menerangkan bahwa seseorang yang terbiasa beribadah, namun sakit, khususnya saat akhir bulan Ramadhan, maka pahala ibadah orang tersebut tetap mengalir sama seperti saat dirinya sehat.
3. Keringanan (Rukhshah)
Ketahuilah bahwa Islam tidak membebani hamba-Nya di luar kesanggupannya (QS. Al-Baqarah: 286). Jadi, jika sakit atau demam membuat seseorang tidak sanggup berpuasa atau tarawih, maka diizinkan untuk tidak puasa dan beribadah sesuai kemampuan, misalnya dzikir atau membaca Al-Quran.
Namun, perlu dicatat, para ulama ahli fiqih menerangkan, sakit yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa ialah sakit yang jika penderitanya melakukan puasa, maka penyakitnya akan bertambah parah atau paling tidak memperlambat masa penyembuhan.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
