Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Maret 2026, 17.21 WIB

Tak Hanya Tol Trans Jawa, Korlantas Polri Bakal Terapkan One Way di Jalur Gadog

Foto udara antrean kendaraan menuju kawasan Puncak di Gadog, Bogor, Sabtu (28/6/2025). (Dery Ridwan - Image

Foto udara antrean kendaraan menuju kawasan Puncak di Gadog, Bogor, Sabtu (28/6/2025). (Dery Ridwan

JawaPos.com - Untuk memastikan kelancaran arus selama periode mudik, Korlantas Polri tidak hanya menerapkan rekayasa lalu lintas one way di Jalan Tol Trans Jawa. Ruas jalan arteri seperti jalur Gadog, Bogor, Jawa Barat (Jabar) tidak lepas dari rekayasa lalu lintas tersebut.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan hal itu saat diwawancarai oleh awak media terkait dengan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung mulai hari ini (13/3). Dia memastikan, one way bukan rekayasa lalu lintas yang hanya diberlakukan di jalan tol.

One way dan contra flow itu bukan hanya di dalam tol, di luar tol juga dilakukan. Contohnya Gadog,” kata dia.

Menurut Agus, Gadog merupakan jalur padat. Utamanya pada Sabtu dan Minggu. Terlebih saat Operasi Ketupat 2026 berlangsung, mobilitas masyarakat sudah diprediksi akan naik signifikan. Sehingga pihakya sudah menyiapkan one way di jalur Gadog.

”Gadog itu pada Sabtu-Minggu pada saat Operasi Ketupat kami lakukan one way arah ke atas dari pagi. Kalau sore nanti kami evaluasi, traffic counting yang tertinggi berapa ribu, nanti turunnya kami lakukan one way,” jelasnya.

Tidak hanya Gadog jalur-jalur lain yang kerap padat seperti Cibadak juga sudah diantisipasi. Bila terjadi kepadatan, maka petugas akan melaksanakan one way di jalur tersebut. Dia memastikan, seluruh jajarannya mengambil diskresi berdasar pada data yang valid.

”Tetapi kalau untuk di jalan tol, rekayasa lalu lintas itu bukan karena prediksi, tetapi parameter-parameter jumlah traffic counting yang ada di jalan tol. Contoh di Kilometer 47, itu ada radar yang bisa menghitung per jam berturut-turut kendaraan berapa,” kata Agus.

Apabila sudah termonitor ada 5.500 kendaraan melintas dalam waktu tertentu, petugas akan melapor kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memohon izin pelaksanaan contra flow satu lajur. Bila lajur tersebut dalam satu jam berturut-turut dilalui 6.400 kendaraan, petugas akan menambah lajur contra flow menjadi dua.

”Kalau lajur satu, lajur dua masih tidak menampung dari gate tol di Kilometer 70, kami akan terbangkan drone memantau bagaimana flow-nya. Kalau masih padat, kalau masih ada antrean panjang, kami akan lakukan one way tahap pertama sepenggal, dari Kilometer 70 sampai Kilometer 236,” imbuhnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore