
Penelitian Mengungkap, Kualitas Tidur dan Kebahagiaan Psikologis Manusia Bisa Meningkat Selama Puasa Ramadhan (Freepik)
JawaPos.com - Ramadan telah tiba. Umat muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa semala satu bulan penuh.
Puasa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga membawa berbagai manfaat bagi kesehatan mental dan kebahagian psikologis loh!
Itu dibuktikan dengan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal National Library of Medicine oleh Danny Jandali dan kawan-kawan dari Universitas Michigan, mengkaji dampak puasa Ramadan terhadap kesehatan mental, kualitas tidur, dan kesejahteraan psikologis.
Studi ini melibatkan 163 peserta muslim dewasa yang menjalankan puasa selama Ramadan (74% perempuan, 25,7% laki-laki), dengan usia rata-rata 36,8 tahun dan sebagian besar keturunan Timur Tengah. Para peneliti menggunakan kuesioner untuk menilai tingkat stres, kecemasan, depresi, skala kebahagian, dan kepuasan hidup, dan kualitas tidur selama Ramadan.
Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat stres dan kecemasan selama bulan puasa. Selain itu, partisipan melaporkan peningkatan perasaan damai dan kebahagian secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa praktik spiritual dan rutinitas selama Ramadan dapat berkontribusi positif terhadap kesehatan mental.
Perubahan jadwal makan dan ibadah selama Ramadan tentu mempengaruhi pola tidur. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun total durasi tidur malam berkurang, kualitas tidur partisipan tidak mengalami penurunan yang signifikan.
Banyak partisipan yang menyesuaikan diri dengan tidur siang untuk mengompensasi kurangnya tidur malam. Adaptasi ini membantu mereka tetap merasa segar dan berenergi sepanjang hari.
Ramadan juga dikenal sebagai waktu untuk mempererat hubungan sosial. Studi ini mencatat peningkatan interaksi sosial dan dukungan komunitas selama bulan suci. Kegiatan seperti berbuka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah memberikan kesempatan bagi individu untuk terhubung dan mendapatkan dukungan emosional.
Interaksi sosial ini tentu berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan rasa kebersamaan. Selain itu, kegiatan yang dilakukan bersama-sama akan membuat kita semakin peka dengan apa yang terjadi di lingkungan terdekat kita.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa puasa Ramadan memiliki dampak positif pada kesehatan mental, kualitas tidur, dan kebahagiaan psikologis. Meski terdapat perubahan dalam pola tidur, adaptasi yang dilakukan serta peningkatan aktivitas sosial dan spiritual selama Ramadan berkontribusi pada peningkatan kepuasan hidup secara keseluruhan.
Bagi umat Muslim, bulan Ramadan bukan hanya waktu untuk beribadah, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki kesehatan mental dan memperkuat hubungan sosial. Maka dari itu, manfaatkan momen Ramadan dengan sebaik baiknya.
Jadikan momen ini sebagai langkah introspeksi diri serta langkah untuk memperbaiki dan meninggalkan kebiasaan lama yang buruk. Dengan niat yang tulus dalam beribadah, Insyaallah keberkahan akan selalu hadir pada diri kita. Aamiin.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
