Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Februari 2025 | 04.15 WIB

Kualitas Tidur dan Kebahagiaan Psikologis Manusia Bisa Meningkat Selama Puasa Ramadan, Penelitian Ungkapkan Hal Ini!

Penelitian Mengungkap, Kualitas Tidur dan Kebahagiaan Psikologis Manusia Bisa Meningkat Selama Puasa Ramadhan (Freepik) - Image

Penelitian Mengungkap, Kualitas Tidur dan Kebahagiaan Psikologis Manusia Bisa Meningkat Selama Puasa Ramadhan (Freepik)

JawaPos.com - Ramadan telah tiba. Umat muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa semala satu bulan penuh.

Puasa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga membawa berbagai manfaat bagi kesehatan mental dan kebahagian psikologis loh!

Itu dibuktikan dengan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal National Library of Medicine oleh Danny Jandali dan kawan-kawan dari Universitas Michigan, mengkaji dampak puasa Ramadan terhadap kesehatan mental, kualitas tidur, dan kesejahteraan psikologis.

Studi ini melibatkan 163 peserta muslim dewasa yang menjalankan puasa selama Ramadan (74% perempuan, 25,7% laki-laki), dengan usia rata-rata 36,8 tahun dan sebagian besar keturunan Timur Tengah. Para peneliti menggunakan kuesioner untuk menilai tingkat stres, kecemasan, depresi, skala kebahagian, dan kepuasan hidup, dan kualitas tidur selama Ramadan.

Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat stres dan kecemasan selama bulan puasa. Selain itu, partisipan melaporkan peningkatan perasaan damai dan kebahagian secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa praktik spiritual dan rutinitas selama Ramadan dapat berkontribusi positif terhadap kesehatan mental.

Perubahan jadwal makan dan ibadah selama Ramadan tentu mempengaruhi pola tidur. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun total durasi tidur malam berkurang, kualitas tidur partisipan tidak mengalami penurunan yang signifikan.

Banyak partisipan yang menyesuaikan diri dengan tidur siang untuk mengompensasi kurangnya tidur malam. Adaptasi ini membantu mereka tetap merasa segar dan berenergi sepanjang hari.

Ramadan juga dikenal sebagai waktu untuk mempererat hubungan sosial. Studi ini mencatat peningkatan interaksi sosial dan dukungan komunitas selama bulan suci. Kegiatan seperti berbuka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah memberikan kesempatan bagi individu untuk terhubung dan mendapatkan dukungan emosional.

Interaksi sosial ini tentu berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan rasa kebersamaan. Selain itu, kegiatan yang dilakukan bersama-sama akan membuat kita semakin peka dengan apa yang terjadi di lingkungan terdekat kita.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa puasa Ramadan memiliki dampak positif pada kesehatan mental, kualitas tidur, dan kebahagiaan psikologis. Meski terdapat perubahan dalam pola tidur, adaptasi yang dilakukan serta peningkatan aktivitas sosial dan spiritual selama Ramadan berkontribusi pada peningkatan kepuasan hidup secara keseluruhan.

Bagi umat Muslim, bulan Ramadan bukan hanya waktu untuk beribadah, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki kesehatan mental dan memperkuat hubungan sosial. Maka dari itu, manfaatkan momen Ramadan dengan sebaik baiknya.

Jadikan momen ini sebagai langkah introspeksi diri serta langkah untuk memperbaiki dan meninggalkan kebiasaan lama yang buruk. Dengan niat yang tulus dalam beribadah, Insyaallah keberkahan akan selalu hadir pada diri kita. Aamiin.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore