Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Maret 2024 | 01.02 WIB

Tata Cara Niat Puasa Ramadhan yang Benar, Lengkap untuk Sehari dan Sebulan

ilustrasi niat puasa bulan Ramadhan./Nu.or.id



JawaPos.com - Umat Islam memasuki bulan suci Ramadan. Menurut pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Agama, hari pertama bulan Ramadhan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.

Memasuki bulan suci Ramadan mulai malam ini, penting sekali diingatkan tentang niat. Meski niat merupakan hal sederhana akan tetapi sangat penting karena menjadi rukun dan menjadi syarat sahnya puasa Ramadhan yang kita laksanakan.

Menurut mazhab Syafi'i, niat puasa Ramadan harus dilakukan pada malam hari karena niat diharuskan dilakukan inabah atau niat harus diinapkan.

Niat sudah boleh dilakukan ketika memasuki waktu salat Maghrib. Karena dalam kalender Islam atau kalender hijriah, pergantian hari itu terjadi atau ditandai dengan tenggelamnya matahari atau ketika memasuki waktu salat Mahgrib.

Selain itu, niat puasa Ramadan menurut madzhab Syafi'i juga harus dilakukan setiap malam. Karena puasa bulan Ramadan yang dilakukan setiap hari selama satu bulan penuh bersifat independe atau tidak ada keterkaitan antara puasa hari ini, hari kemarin atau puasa hari esok.

Karena niat puasa harus dilakukan setiap hari, menurut madzhab Syafi'i, tidak cukup atau tidak boleh melakukan niat untuk satu bulan penuh.

Akan tetapi menurut Imam Malik atau madzhab Maliki, niat puasa tidak harus dilakukan setiap malam karena boleh melakukan niat puasa untuk satu bulan penuh. Dan niat itu dilakukan pada awal Ramadhan.

Di Indonesia sendiri dimana madzhab Syafi'i dianut oleh mayoritas masyarakat, masih tetap menggunakan pendapat madzhab Maliki atau membolehkan melakukan niat satu bulan penuh di awal Ramadhan untuk berjaga-jaga khawatir ada hari dimana kita lupa berniat, puasa yang kita laksanakan tetap sah.

Berikut niat puasa Ramadhan untuk satu bulan penuh :

‎نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى  

Nawaitu shauma jamii'i syahri Ramadhāna hadihis sanati taqlidan lil imami malik fardhan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah Taala” (terjemahan dari penulis). Kendati telah membaca niat puasa Ramadhan sebulan penuh, umat Islam tetap dianjurkan untuk membaca niat di hari-hari berikutnya.


Niat puasa Ramadhan untuk satu hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin an adā'i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta'ālā.

Artinya: Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta'ala

 
 
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore