Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 April 2022 | 19.39 WIB

Pedagang Timun Suri Mulai Bermunculan saat Ramadan

Pedagang menata buah timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (29/4/2020). Menurut sejumlah pedagang setempat, permintaan buah musiman tersebut pada Ramadhan tahun ini menurun sekitar 50 persen dibandingkan Ramadhan 2019 karena dipicu penerapa - Image

Pedagang menata buah timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (29/4/2020). Menurut sejumlah pedagang setempat, permintaan buah musiman tersebut pada Ramadhan tahun ini menurun sekitar 50 persen dibandingkan Ramadhan 2019 karena dipicu penerapa

JawaPos.com - Memasuki bulan Ramadan, pedagang timun suri mulai bermunculan di pasar-pasar tradisional, salah satunya Pasar Kebayoran Lama Jakarta. Pedagang timun suri di pasar ini rata-rata merupakan pedagang musiman yang biasa berjualan pada saat Ramadan hingga Lebaran.

Berdasarkan pantauan JawaPos.com, harga timun suri di banderol di kisaran Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilogramnya. Biasanya buah tersebut menjadi primadona yang sering dipakai untuk hidangan berbuka puasa.

Salah satu pedagang timun suri, Irsyad mengaku, dirinya telah menjual timun suri sejak beberapa hari yang lalu. “Saya bukan yang punya, cuma kerja disini bantuin jualin, tapi udah jualan tiga empat hari lalu. Yang punya biasa sewa tempat disini buat jualan tiap puasa aja,” ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (2/4).

Irsyad mengatakan, pada bulan Ramadan biasanya banyak permintaan besar yang umumnya para pedagang. “Udah banyak yang beli, banyak yang pesen juga. Kebanyakan pedagang. Buat takjil-takjil buka puasa biasanya. Yang beli selain pedagang juga ada,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, timun suri yang dijual diambil dari petani langsung dari Cirebon. Sebab, stoknya banyak dan harganya lebih murah. “Ngambil dari Cirebon ini jadi lebih murah. Kalo beli dari pihak kedua kan lebih mahal. Harganya sekilo disini Rp 8.000,” ungkapnya.

Dari hasil penjualan timun suri, sebelum pandemi biasanya pihaknya meraup untung jutaan rupiah per harinya. Irsyad optimis tahun ini dapat meraup keuntungan yang sama seperti sebelum pandemi karena situasi sudah terasa normal.

“Untungnya sehari ya bisa sejuta. Setau saya segitu. Waktu corona ada sedih yang belo sedikit. Tapi sekarang Alhamdulilah pelan-pelan ada yang beli lagi,” tuturnya.

Sementara, pedagang timun suri tahunan lainnya, yaitu Anto juga mengaku optimis bisa mendapatkan untung besar tahun ini. Anto menjual timun suri menggunakan gerobak. Sehingga bisa berkeliling ke rumah-rumah penduduk. “Harganya Rp 9.000 per kilogram. Gede-gede ini bagus-bagus. Saya keliling juga nanti siang,” pungkasnya.

Sedangkan salah satu pembeli, Indri mengaku, dirinya membeli timun suri untuk berjualan takjil di lingkungan rumahnya. Ia yang berprofesi sebagai seorang guru mencari pendapatan tambahan lewat usaha musiman Ramadan.

“Saya beli lumayan banyak bukan buat dimakan sendiri. Buat jualan lagi. Minuman-minuman buka puasa. Es buah ada timun surinya, jadi adem,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore