Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Juni 2018 | 02.05 WIB

Prajurit Negara Menanti Sepiring Sambal Goreng Hati di Hari Idul Fitri

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Sabrar Fadhilah menuturkan, nama Koopsusgab kemungkinan bakal diubah, Kamis (7/6). - Image

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Sabrar Fadhilah menuturkan, nama Koopsusgab kemungkinan bakal diubah, Kamis (7/6).

JawaPos.com - Hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah telah tiba. Kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan pun telah dilampaui. Bagi umat muslim hari ini penanda kembali ke fitrah atau kesucian.


Sudah menjadi tradisi pada hari kemenangan ini setiap umat muslim berkumpul bersama keluarga. Kebersamaan itu tak lengkap jika tidak diiringi dengan menu santap khas lebaran.
Setiap daerah dan keluarga biasa memiliki menu khas yang berbeda-beda. Begitu pula dengan keluarga Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Sabrar Fadhilah.


Menu khas yang selalu ditunggu-tunggu keluarga mantan Kepala Staf Komando Daera Militer IV/Diponegoro itu adalah sambal goreng hati. Menu tersebut biasa dipadukan dengan ketupat dan opor ayam.


"Menu lebaran biasa ketupat sama sambel goreng hati, opor," kata Sabrar kepada JawaPos.com, beberapa waktu lalu.


Menu tersebut sudah menjadi daftar resmi setiap Idul Fitri tiba. Tak ada rasa bosan ketika menyantap hidangan tersebut.


Namun khusus di Idul Fitri saat ini, menu-menu tersebut akan dia nikmati di kota orang. Sebab Jenderal TNI bintang 2 itu memutuskan tidak kembali ke kampung halamannya di Tegal.


Momen lebaran akan dijalananinya di Jakarta. Sebab orang tuanya saat ini memang sedang berada di ibu kota.


Meski demikian, Sabrar menuturkan merayakan hari kemenangan di kota orang, tidak akan mengurangi kehangatan keluarga.


"Insya Allah saya mudiknya di sini-sini aja, karena orang tua saya kebetulan lagi di Jakarta," ujar Sabrar.


Di hari raya Idul Fitri ini, mantan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD itu mengenang momen-momen selama menjalani Ramadan. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988 itu fokus meningkatkan kataqwaannya kepada Tuhan yang Maha Esa.


Sebab, dia berpendapat bulan Ramadan selalu dilingkupi keberkahan, seluruh amal ibadah nilainya berkali-kali lipat. Maka akan amat disesalkan jika tidak dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.


"Aktivitas tambahan yang lain hanya meningkatkan keimanan, karena ini bulan bagi umat Islam yang penuh magfiroh. Bulan yang rahmat. Salatnya dibayar berlipat-lipat," imbuh Sabrar.


Tak ada target khusus yang harus dicapai Sabrar selama bulan Ramadan ini. Namun sudah menjadi rutinitas wajib membaca Alquran dan memperbanyak amalan sunnah di luar yang wajib.


"Semua yang bisa dilakukan kalau bisa ada. Baca Quran, salat, dan beramal lainnya," tukasnya.


Di hari raya ini, Sabrar segala amal ibadahnya selama ini diterima oleh Allah SWT. Dia memohon agar keberkahan senantiasa meliputi keluarga tercinta, dan mereka semua bisa kembali ke fitrah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore