
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Sabrar Fadhilah menuturkan, nama Koopsusgab kemungkinan bakal diubah, Kamis (7/6).
JawaPos.com - Hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah telah tiba. Kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan pun telah dilampaui. Bagi umat muslim hari ini penanda kembali ke fitrah atau kesucian.
Sudah menjadi tradisi pada hari kemenangan ini setiap umat muslim berkumpul bersama keluarga. Kebersamaan itu tak lengkap jika tidak diiringi dengan menu santap khas lebaran.
Setiap daerah dan keluarga biasa memiliki menu khas yang berbeda-beda. Begitu pula dengan keluarga Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Sabrar Fadhilah.
Menu khas yang selalu ditunggu-tunggu keluarga mantan Kepala Staf Komando Daera Militer IV/Diponegoro itu adalah sambal goreng hati. Menu tersebut biasa dipadukan dengan ketupat dan opor ayam.
"Menu lebaran biasa ketupat sama sambel goreng hati, opor," kata Sabrar kepada JawaPos.com, beberapa waktu lalu.
Menu tersebut sudah menjadi daftar resmi setiap Idul Fitri tiba. Tak ada rasa bosan ketika menyantap hidangan tersebut.
Namun khusus di Idul Fitri saat ini, menu-menu tersebut akan dia nikmati di kota orang. Sebab Jenderal TNI bintang 2 itu memutuskan tidak kembali ke kampung halamannya di Tegal.
Momen lebaran akan dijalananinya di Jakarta. Sebab orang tuanya saat ini memang sedang berada di ibu kota.
Meski demikian, Sabrar menuturkan merayakan hari kemenangan di kota orang, tidak akan mengurangi kehangatan keluarga.
"Insya Allah saya mudiknya di sini-sini aja, karena orang tua saya kebetulan lagi di Jakarta," ujar Sabrar.
Di hari raya Idul Fitri ini, mantan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD itu mengenang momen-momen selama menjalani Ramadan. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988 itu fokus meningkatkan kataqwaannya kepada Tuhan yang Maha Esa.
Sebab, dia berpendapat bulan Ramadan selalu dilingkupi keberkahan, seluruh amal ibadah nilainya berkali-kali lipat. Maka akan amat disesalkan jika tidak dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Aktivitas tambahan yang lain hanya meningkatkan keimanan, karena ini bulan bagi umat Islam yang penuh magfiroh. Bulan yang rahmat. Salatnya dibayar berlipat-lipat," imbuh Sabrar.
Tak ada target khusus yang harus dicapai Sabrar selama bulan Ramadan ini. Namun sudah menjadi rutinitas wajib membaca Alquran dan memperbanyak amalan sunnah di luar yang wajib.
"Semua yang bisa dilakukan kalau bisa ada. Baca Quran, salat, dan beramal lainnya," tukasnya.
Di hari raya ini, Sabrar segala amal ibadahnya selama ini diterima oleh Allah SWT. Dia memohon agar keberkahan senantiasa meliputi keluarga tercinta, dan mereka semua bisa kembali ke fitrah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
