
Warga melaksanakan salat Idul Fitri dan mendenagarkan ceramah disampaikan penceraman di Masjid Masjid Ar-Rahman, Desa Sianjo-Anjo Meriah, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Jumat (15/6).
JawaPos.com - Selepas menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh, pada Jumat (16/6) ini, seluruh umat Islam meraih kemenangan dan melaksanakan salat Idul Fitri.
Salah satunya di Masjid Ar-Rahman, Desa Sianjo-Anjo Meriah, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Jumat (15/6). Salat Ied dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan hingga akhir berlangsung khidmat.
Usai melaksanakan salat Eid jemaah tak langsung pulang. Mereka sejenak mendengarkan ceramaah agama singkat dari penceramah yang sudah ditentukan pengurus masjid. Kali ini disampaikan ustadz Asmudin.
Dalam ceramahnya, Asmudin mengajak seluruh umat Islam, khususnya jemaah salat Idul Fitri di Masjid Ar-Rahman untuk tetap menjadi manusia sebenarnya. Umat muslim harus tetap dan senantiasa menjaga hubungan sesama manusia serta kepada allah SWT.
"Kita harus menjasi manusia sebenarnya, jangan menjadi manusia jadi-jadian," katanya di hadapan para jemaah.
Menurut Asmudin, kegembiraan umat muslim dalam merayakan Idul Fitri, harus memiliki dan mencerminkan tiga kriteria. Itu ialah ketaatan, kegembiraan, dan silaturahmi.
"Maka hari, kita berkumpul di rumah allah ini untuk bersujud dan menundukkan kepada bahwa kita tidak berdaya di hadapan sang pencipta," ujarnya.
Dia menjelaskan, selama Ramadan umat muslim telah menunaikan kewajiban dan tuntutan agama. Selain berpuasa juga telah membayar zakat. Kendati demikian, belum lengkap kemimanan seseorang jika masih melupakan satu hal lainnya yakni silaturahmi.
"Makan jangan kita lupakan satu hal yang sangat mendasar dan tidak boleh kita abaikan. Kalau kita telah menyelesaikan hubungan (kewajiban) kepada allah, maka kita harus menyelesaikan hubungan sesama manusia," ungkapnya.
Melui ceramah singkatnya, Asmudin mengimbau dan mengajak seluruh umat muslim untuk menyelesaikan serta menjaga hubungan antar sesama manusia. Sebab hubungan yang harmonis akan mendatangakan sebuah kebaikan pula.
Ceramah ini berlangsung sekira setengan jam. Para jemaah sangat fokus dan antusias mendengarkan. Di akhir ceramah juga dilantunkan doa-doa kepada sang pencipta. Tak sedikit dari para jemaah menitikkan air mata dan menangis kecil.
Selepasa ceramah, para jemaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Begitu juga dengan penceramah, para jemaah rela antre untuk bersalaman satu sama lain.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
