Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Juni 2018 | 12.00 WIB

Kisah Narapidana Menjadi Penceramah

Hairul Iskandar, seorang narapidana bersama Kasat Tahti Polres Jakarta Selatan Kompol Deddy Arnadi. - Image

Hairul Iskandar, seorang narapidana bersama Kasat Tahti Polres Jakarta Selatan Kompol Deddy Arnadi.


"Ada yang enggak bisa baca Alquran kita suruh baca Iqro dulu dan bahkan ada yang mualaf, tadi ada yang enggak punya agama sekarang dia Islam semenjak ditahan di sini, diislamkan di sini, ada empat orang. Malah dulu ada orang Aceh kasus ganja 25 tahun tidak pernah salat tapi alhamdulillah kita nasehatin dia salat. Dukanya itu kalau ada yang sakit, saya sedih aja liatnya," kenangnya.


Pengalaman tersebut itulah yang membuatnya merasa seperti pembimbing atau pun pengganti orang tua dari para tahanan itu. Sehingga, dia selalu berusaha sebisa mungkin mendidik para tahanan untuk berubahan menjadi sosok yang lebih baik setiap harinya.


"Senangnya karena kita amanah di sini, kita jalani sebagai UUD No 2 Tahun 2006. Ada kebanggaan, kita membimbing tahanan ini seperti mereka anak kita, mereka juga nurut sama kita. Walaupun mereka cuma 2 bulan 3 bulan kita berusaha buat mereka berubah. Jadi ketika mereka pindah sudah divonis mereka bisa berbaur," pungkasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore