
Suasana warung terapung di pinggiran Sungai Musi, Pelataran Benteng Kuto Besak
JawaPos.com – Meski waktu masih menunjukkan pukul 16.00 WIB, namun warung terapung di bantaran Sungai Musi tepatnya di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) sudah dipadati oleh pengunjung. Betapa tidak, nuansa perairan dan panorama jembatan Ampera membuat pengunjung rela untuk menunggu lama berbuka puasa.
Salah satu pengunjung, Randa, 22 mengaku memang saat ini sudah banyak tempat makan modern di Kota Palembang. Namun, masih kalah dengan nuansa yang ditawarkan warung terapung ini.
Meski warung terapung ini sederhana tetapi konsepnya membuat ia bersama rekannya ketagihan untuk selalu berbuka puasa di tempat tersebut.
“Ya, pokoknya lebih asik serasa kapal di tengah Sungai dengan latar Jembatan Amperanya,” katanya saat ditemui di Warung Terapung, Minggu (27/5).
Selain dimanjakan dengan nuansa Jembatan Ampera, lanjut Randa, warung terapung ini juga menawarkan makan khas asli Palembang seperti pempek, model, lenggang serta aneka minuman segar lainnya. Bahkan, harganya pun lebih terjangkau dibandingkan tempat makan modern.
“Biasanya hampir setiap Ramadan saya dan teman-teman lebih memilih di warung terapung ini untuk berbuka bersama,” tutupnya.
Sementara itu, Pemilik Warung Terapung, Indah Permatasari mengaku sudah menjalankan warung terapungnya sudah lebih dari 5 tahun, mengingat dirinya tinggal di pinggir sungai tepatnya di Kawasan 5 Ulu Palembang.
Untuk sampai ke pinggiran Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) ia hanya menyeberang dengan kapal yang digunakan sebagai warung terapung tersebut. Dari perjalanannya memang antusias warga tidak pernah menurun, apalagi saat bulan Ramadan.
Menurutnya, para pengunjung lebih memilih warung terapung sebagai tempat berbuka dikarenakan konsep yang ditawarkan perahu yang berada di pinggir Sungai dengan latar Jembatan Ampera. “Kadang saat puasa ini ada pengunjung yang rela mengantri untuk makan di warung terapung ini,” katanya.
Ia menambahkan, warung terapung ini mulai dibuka pada pukul 15.00 WIB, dan tutup sekitar pukul 21.00 WIB. Namun jika kondisi pengunjung tengah ramai kadang ia harus tutup hingga pukul 23.00 WIB.
Meskipun begitu, dirinya enggan menerangkan berapa omset yang didapatkan dalam sehari. “Cukup untuk makan saja pak,” tutup pemillik warung tersebut.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
