Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Mei 2018 | 00.30 WIB

Segarnya Sirup Berpadu Santan Beku

SEGAR:  Es Santan Ketan Hitam Tanimbar. - Image

SEGAR: Es Santan Ketan Hitam Tanimbar.

JawaPos.com - Kota Malang terkenal dengan kulinernya yang beragam dan melegenda. Salah satunya Es Santan Ketan Hitam Tanimbar di Jalan Tanimbar, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim). Atau tepat berada di depan SMK Negeri 4 Malang (Grafika). Es yang identik dengan warna pink itu sudah ada sejak 1959 silam.


Es Santan Ketan Hitam Tanimbar berisikan bahan yang cukup unik. Minuman ini tidak menggunakan es batu. Sebagai gantinya menggunakan air santan yang dibekukan. Sehingga memberikan rasa yang khas saat es yang berasal dari santan mencair.


Selanjutnya untuk isian esnya ada ketan hitam, dawet berwarna merah, kemudian disiram dengan sirup. Sebagai pelengkap, biasanya penjual akan menambahkan roti tawar yang juga disiram sirup berwarna merah di atasnya.


Rasa manis dari sirup yang berkolaborasi dengan gurihnya santan dan dinginnya es memberikan sebuah cita rasa yang sangat segar. Belum lagi kelezatan ketan hitam dan dawet merah yang berpadu dengan sempurna.


Ketika roti tawar di atas gelas dicelupkan ke dalam es, maka akan melengkapi kesempurnaan rasa yang menjadi ciri khas Es Santan Ketan Hitam Tanimbar.


Harga segelas es ini cukup murah. Dijamin tidak menguras isi dompet. Yakni, hanya Rp 3.000 setiap porsinya. Ditambah Rp 1.000 untuk setiap potong roti tawar. Meskipun harganya murah, satu porsi es ini terbilang cukup banyak karena disajikan dalam satu gelas ukuran cukup besar. Minuman ini juga cocok digunakan sebagai menu berbuka puasa disaat Ramadan.


Penjual Es Santan Ketan Hitam Tanimbar, Joni purnomo mengatakan, resep dari es ini sudah turun temurun dari nenek buyutnya. "Awalnya yang jual istri saya. Dia dapat resep dari neneknya. Nah, sekarang gantian saya yang jual," ujarnya ketika ditemui JawaPos.com, Jumat (25/5).


Sejak dulu, Es Santan Ketan Hitam dijual dengan menggunakan gerobak keliling. Ketika ditanya kenapa tidak membuka sebuah lapak tetap, Joni mengaku jika gerobak keliling sudah menjadi ciri khas es tersebut. "Orang-orang kan tahunya di sini. Kalau buka warung, takutnya nanti rasanya beda," jelas pria asli Malang tersebut.


Berbeda dengan kebanyakan es yang menggunakan pemanis buatan. Es milik Joni lebih memilih menggunakan pemanis asli. Hal itu terlihat dari banyaknya lebah yang berada di sekitar es tersebut. "Kami Jaga kualitas. (meskipun) hasil sedikit, penting lancar," ujarnya.


Di saat Ramadan seperti sekarang, Es Santan Ketan Hitam Tanimbar cukup menjadi jujukan masyarakat untuk berbuka. Dalam sehari, dia bisa menjual sekitar 600 porsi. Bahkan Kalau akhir pekan bisa sampai 800 porsi.


Selama Ramadan, Joni mulai membuka lapaknya sejak pukul 10.30 WIB hingga 17.00 WIB . Namun pada hari biasa, dia biasanya sudah berada di kawasan tersebut sejak pukul 10.00 hingga pukul 14.00. "Kalau puasa, ramainya mulai sore," pungkasnya.


Salah satu pembeli, Ayu Mufidah mengaku menyukai rasa dari es tersebut. "Santannya terasa banget. Biasanya kan pakai pemanis buatan. Ini asli. Harganya juga murah banget," ujar perepuan berusia 24 tahun itu.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore