
Pedagang takjil sedang melayani pembeli di Jalan Pusdai, Kota Bandung, Sabtu (19/5).
JawaPos.com - Umat muslim tengah menjalankan ibadah puasa pada Ramadan 1439 H. Puasa identik dengan takjil dan aneka makanan khas yang selalu difavoritkan masyarakat.
Kolak makanan pembuka yang hanya ada pada Bulan suci Ramadan. Kolak sendiri memiliki berbagai macam jenis yakni pisang, ubi, kolang kaling, dan singkong dengan kuah legit gula merah. Namun yang kerap diserbu dan favorit warga Bandung, kolak ubi dan pisang.
Warga Bandung selalu mengunjungi pusat takjil di Jalan Pusdai Kota Bandung. Sebab, setiap tahun Jalan Pusdai selalu dipenuhi para pedagang kaki lima maupun pedagang musiman menjajakan beraneka macam takjil.
Warga Bandung, Hehan, 52, mengaku sengaja mengunjungi Jalan Pusdai untuk ngabuburit dan juga menyerbu makanan khas puasa.
"Saya mah sering ke sini, ya karena memang tempatnya jualan takjil. Terus yang dicari buat keluarga ya Kolak Ubi sama Pisang," kata Hehan di Jalan Pusdai, Bandung, Sabtu (19/5).
Kolak bukan cuma makanan favorit baginya, namun warga Bandung pasti selalu mencari kolak untuk dijadikan makanan pembuka puasa. Dengan rasanya yang enak, manis legit juga hanya ada saat puasa saja.
"Kolak enak, terus emang cuma ada pas puasa. Jadi kalau yang lain mah hari biasa juga ada, kan kolak mah ada cuma sekarang (puasa)," ujarnya.
Selain kolak, wargi Bandung pun memfavoritkan bubur sumsum. Bubur sumsum tidak jauh berbeda dengan kolak yakni manis legit. Pasalnya, warga memilih bubur sumsum karena teksturnya lembut.
"Bubur sumsum juga beli, buat cucu saya sula banget. Tapi tadi pun banyak yang beli dan ngantri bubur sumsum," ungkapnya.
Selain enak, harga pun terjangkau. Satu porsi kolak Rp 5.000 sedangkan untuk bubur sumsum Rp 3.000 - Rp 5.000 per porsi.
Para pedagang sudah mulai menjajakan barang dagangannya sejak pukul 16.00 WIB. Sedangkan tutup atau bubar pukul 18.00 WIB.
Lokasi Jalan Pusdai pun sangat strategis dan selalu ramai oleh pengunjung. Sebab, berdampingan dengan Masjid Pusdai Jawa Barat Jalan Diponegoro, Bandung. Di sekitar Masjid Pusdai kerap dijadikan tempat ngabuburit warga Bandung dan pengunjung. Selain luas juga memudahkan masyarakat setalah ngabuburit bisa langsung melanjutkan ibadah salat magrib, isya, dan tarawih.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
