Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Juni 2017 | 13.05 WIB

Puasa 19 Jam, Jeda Buka dan Sahur Hanya Tiga Jam

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Menjalankan ibadah puasa di daerah yang minoritas muslim adalah tantangan sekaligus pengalaman langka yang tentu tidak akan terlupakan.  Ini  yang dirasakan oleh Dwi  Septiyanda yang kini tengah menimba ilmu program pasca sarjana  di Queen’s University Belfast, Inggris, United Kingdom. 


Jejeran  takjil berbagai jenis dan rasa yang tersaji di atas meja-meja panjang tak lagi kelihatan saat Ramadan tahun ini. Pemandangan yang saban tahun tersaji di tanah air sepanjang Ramadan, kini  bagi Winda (Sapaan akra Dwi Septiyanda)  yang sedang menempuh gelar masternya di  Belfast, Inggris , hanya sebatas bayangan. 


Ya, itulah kali pertama Winda menikmati bulan suci Ramadan  di luar Indonesia. Tak hanya soal makanan untuk persiapan berbuka, namun tinggal di daerah minoritas muslim juga jadi tantangan tersendiri.


Pasalnya, jika di Jambi begitu mudahnya mendengarkan suara adzan menggema, tidak demikian di Belfast, ibu kota sekaligus kota terbesar di Irlandia Utara. 


Tidak ada suara azan yang biasanya terdengar di masjid-masjid ketika memasuki waktu shalat di kota terbesar ke-14 di Inggris yang memiliki jumlah  populasi sekitar 267.500 jiwa ini.


"Tidak ada pula ajakan sahur yang biasanya diserukan keliling kampung menjelang waktu sahur tiba,’’ ujar Winda sebagaimana dilansir Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Senin (12/6).


Menurut Winda, berbeda dengan waktu puasa di Indonesia yang biasa dilakukan sekitar 13-14 jam saja,  di Belfast, harus menjalani puasa hampir 19 jam. Musim panas membuat durasi waktu siang menjadi lebih lama dibanding waktu malam. Matahari terbit lebih awal, tetapi lebih lama terbenam dibandingkan waktu Indonesia.


“Ini pertama kalinya saya menjalankan ibadah puasa  di luar Indonesia, dan di negara minoritas muslim. Puasanya hampir 19 jam. Mulai imsak dan subuhnya sekitar 2:30, dan terbenam mataharinya atau waktu buka puasanya sekitar jam 10 malam. Kebetulan memang sekarang sedang summer, jadi memang waktu siangnya lebih lama dibanding waktu malam,’’ ujarnya.


Tidak cuma waktu berpuasa yang berbeda dan lebih panjang dibanding di Indonesia, kata Winda, tempat beribadah sejenis masjid pun terbatas dan tidak sebanyak di Indonesia tentunya. Kalau pun ada, tidak seperti masjid umumnya, hanya seperti bangunan yang dijadikan Islamic Centre, dan tidak diperbolehkan mengumandangkan azan dengan pengeras suara seperti di Indonesia. 


Biasanya azan dikumandangkan dengan volume pengeras suara yang hanya terdengar di dalam ruangan tersebut saja. 


“Di Belfast kebetulan ada 2 Islamic Centre yang bisa dipakai untuk beribadah. Khusus ketika bulan Ramadan seperti saat ini, biasanya juga disediakan santapan berbuka puasa. Menjelang waktu berbuka, biasanya banyak warga Muslim yang datang ke salah satu tempat tersebut untuk merasakan buka puasa bersama dengan sesama muslim lainnya. Banyak Muslim dari negara lain, seperti Oman, Pakistan, Bangladesh dan Malaysia. Menu buka puasanya biasanya ala Timur Tengah,’’ ujarnya.


Selain itu, perbedaan yang paling terasa bagi Winda adalah perubahan pola makan. “Karena waktu untuk makan kurang lebih hanya 5 jam, selebihnya berpuasa. Jeda waktu buka puasa dengan waktu sahur hanya sekitar 3 jam, jadi ketika masih kenyang setelah makan di jam berbuka, 3 jam berikutnya kita sudah harus makan lagi untuk sahur. Hal ini yang membuat kami memang harus mengatur porsi makan dan sahur dengan tepat supaya nggak kekenyangan, tapi juga kebutuhan asupan makanan tetap terpenuhi,’’ katanya.


Perubahan pola dan jam tidur juga menjadi tantangan berikutnya. Waktu isya dan shalat tarawih baru dimulai sekitar 23.30, dan selesai sekitar jam 1 malam. “Biasanya banyak yang memutuskan untuk nggak tidur dan langsung menyambung bersiap untuk sahur, karena waktu imsak jam 2.30. Jadi, baru tidur setelah subuh, sekitar jam 3-an ke atas,’’ sebutnya. (ist/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore