Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Mei 2018 | 19.00 WIB

Masjid Al Imtizaj Tempat Belajar Para Mualaf

Masjid Al Imtizaj di Jalan ABC No 8 Banceuy, Kota Bandung. - Image

Masjid Al Imtizaj di Jalan ABC No 8 Banceuy, Kota Bandung.

JawaPos.com - Masjid Al Imtizaj, tempat ibadah umat muslim dengan gaya bagunan etnis Tionghoa. Telihat seperti klenteng dan sangat Tiongkok namun berkubah layaknya masjid pada umumnya.


Tak hanya digunakan untuk ibadah para jamaah maupun pendatang melainkan juga untuk belajar mengenal Islam bagi para mualaf. Setidaknya dalam waktu satu pekan secara rutin diadakannya pengajian, kajian, dan bimbingan mengenal Islam.


Ketua Dewan Keluarga Masjid (DKM) Masjid Al Imtizaj, Muhamad Yahya Azlani mengatakan pihaknya rutin menggelar pengajian setiap minggunya. Bagi mualaf maupun masyarakat yang ingin mengenal Islam.


"Setiap satu minggu itu ada pembinaan mualaf. Standar saja seperti belajar Quran pengenalan Islam yang dasar," kata Yahya di Bandung, Rabu (30/5).


Pada intinya masjid yang memiliki arti nama Pembauran atau Ronghe dalam bahasa Mandarin itu sangat terbuka bagi siapapun yang ingin mengenal Islam. Baik keturunan Tionghoa maupun masyarakat Bandung lainnya.


Namun sebenarnya, Kota Bandung memiliki dua masjid dengan gaya yang sama yakni Masjid Lautze 2 di Jalan Tamblong, Bandung. Namun sedikit berbeda dengan Masjid Al Imtizaj. Karena Lautze merupakan yayasan sehingga akan lebih fokus dalam menggelar kajian keislamannya. Sedangkan Al Imtizaj hanya menggelar satu minggu sekali.


"Kan Lautze itu yayasan, Kalau di sini kegiatannya terbuka. Selain itu soal kajian di fokuskan di Masjid Raya Bandung, karena pembinanya di sana," ujarnya.


Sehingga, kegiatan Masjid Al Imtizaj hanya sekilas dalam tempo satu minggu sekali namun rutin. Walaupun begitu, kata dia Masjid dekat persimpangan jalan itu sangat banyak dikunjungi warga setempat. Tak hanya warga melainkan pengunjung dari luar Bandung pun berkesempatan beribadah di sana.


Terlebih dalam bulan suci Ramadan, Masjid akan selalu ramai tanpa putus. Dalam artian pengunjung silih berganti dan terus berdatangan di setiap waktunya.


"Dari waktu ke waktu tidak pernah henti. Karena lokasinya strategis (persimpangan) dari Jalan ABC, Pasar Baru, Cikapundung, dan sekitar," jelasnya.


Masjid dengan kapasitas mampu menampung 150-200 jamaah itu pun digunakan untuk melaksanakan salat tarawih setiap Ramadannya. Pihak DKM pun selalu menyediakan takjil untuk masyarakat berbuka puasa.


"Ramadan biasa-biasa saja kegiatannya hanya nambah ceramah tarawih, kemudian Magrib dan Isya banyak tamu yang datang, menyediakan takjil ala kardarnnya," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore