
Bikang doang, kudapan Makassar yang nikmat disantap saat berbuka puasa.
JawaPos.com - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat berbagai macam kudapan lezat dan nikmat, khususnya di saat buka puasa tiba. Rerempahan atau bahan dasar yang begitu mudah dijumpai di pasaran, membuat kita kadang kala terpicu untuk menciptakan menu-menu kreatif.
Linda Derlan, pedagang kudapan tradisional khas Makassar, sedikit mengungkapkan kiat-kiat khusus untuk membuat satu menu istimewa yang bisa digunakan untuk berbuka puasa. Kudapan itu, adalah Bikang Doang. Penganan tradisional yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, bernama bakwan udang.
"Agak sederhana caranya. Namanya juga bakwan, cuman kan kelihatan agak berbeda, mungkin sedikit istimewa karena ada udangnya di tengah," kata Linda, di sela-sela aktifitasnya berdagang di Jalan Kakatua, Makassar, Minggu (20/5).
Yang harus disediakan untuk membuat penganan ini disebutkan Linda adalah, tepung terigu atau tepung beras, sayuran seperti wortel, kol putih, dan daun bawang, udang dan terakhir adalah telur ayam. "Jadi itu tergantung kita mau bagaimana banyaknya. Kalau untuk keluarga saya rasa, secukupnya saja," ucapnya.
Apabila semua bahan sudah terkumpul, satu persatu kemudian diolah. Sayuran berupa wortel, kol dan daun bawang, bisa dipotong kecil-kecil sehingga mudah disatukan dalam proses pengadukannya di akhir nanti.
Setelah itu, tepung terigu atau tepung beras secukupnya sesuai kebutuhan dicampur ke dalam wadah yang berisi air juga secukupnya. Tidak terlalu kental dan juga tidak boleh teralu encer. Setelah siap, potongan sayuran yang sebelumnya telah dipersiapkan kemudian dicampurkan langsung ke dalam adonan tepung yang berisi air tadi.
"Pokoknya tinggal diaduk semuanya sampai rata, sampai dirasa kalau semuanya sudah rata, adonannya oke baru, kita campurkan itu tadi udang yang sudah dibersihkan. Satukan saja langsung di dalam adonan itu, baru diaduk lagi sampai rata," terangnya.
Sembari mendiamkan adonan yang sudah siap tadi kurang lebih 5 menit, di wadah lain, disediakan minyak panas untuk adonan yang akan digoreng nantinya. Tak lupa pula, menggunakan wadah sendok sayur yang di tengahnya cembung ke bawah agar bentuk dari adonan itu bisa lebih tebal.
"Kalau sudah, tinggal kita masukkan dalam minyak panas tadi itu. Baru didiamkan sambil disiram-siram atasnya. Jangan juga terlalu lama digoreng usahakan apinya standar saja, kalau terlalu panas nanti kering sekali gorengannya," terangnya.
Sebelum disajikan, Linda memberikan tawaran lain agar menyantap bikang doang bisa lebih terasa nikmat dengan menggunakan sambal bawang. Bahannya pun cukup sederhana. Sesederhana bahan dasar pembuatan bikang doang tadi.
"Bawang merah, bawang putih dan cabe kemudian tumis masukkan tomat, garam, campuri air, kanji sedikit, aduk sampai mendidih, sampai kental, tambahkan jeruk nipis yang sudah diperas dan terakhir, tinggal disantap," tambahnya menutup.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
