Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Juni 2018 | 03.39 WIB

Suka Duka Mudik Motor Bekasi-Boyolali Pertama Bareng Anak

Hadi, Erni, dan putra mereka sesaat sebelum kembali menempuh perjalanan mudik Bekasi-Boyolali menggunakan kendaraan pribadi sepeda motor. - Image

Hadi, Erni, dan putra mereka sesaat sebelum kembali menempuh perjalanan mudik Bekasi-Boyolali menggunakan kendaraan pribadi sepeda motor.

JawaPos.com - Pulang kampung dengan angkutan roda dua nampaknya masih jadi favorit para pemudik yang melintasi jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Salah satunya adalah pasangan suami istri Hadi, 25 dan Erni, 24, yang menempuh ratusan kilometer dari Bekasi ke Boyolali.

"Kita bertiga saja Mas, saya, istri sama anak," ujar Hadi yang mengaku bekerja sebagai karyawan swasta saat dijumpai di sebuah minimarket, dekat Terminal Mangkang, Semarang, Selasa (12/6).

Saat diwawancarai, ketiganya memang tengah beristirahat selepas menempuh panasnya jalur Pantura dari Cirebon, kediaman orangtua Hadi, hari ini, jam 07.00 Wib. Keduanya mengaku, sebelumnya berangkat dari Bekasi, Minggu (10/6) pukul 05.00 Wib.

"Nginep dulu di rumah orang tua saya dua hari. Berangkat ini pagi tadi," sambungnya.

Menjadi berbeda bagi Hadi dan keluarga lantaran ini pengalaman pertama mereka menempuh Bekasi-Boyolali menggunakan sepeda motor. Biasanya, keluarga kecil ini selalu menunggangi bus AKAP untuk pulang ke rumah orang tua Erni di Boyolali.

Sementara nampak dari kendaraan mereka yang terparkir saat itu, penuh dengan muatan barang. Macam baju ganti dan karung berisi oleh-oleh. Saking penuhnya, hampir tak menyisakan tempat bagi ketiganya sebagai ruang gerak.

"Penuh sih mas, ya mau gimana lagi. Nggak kedapetan tiket bis. Tapi nggak apa-apa kok mas, ini malah seru, kerasa juga sekarang mudiknya naik motor. Naik bis lebih ke rasa nyamannya saja," ujarnya lagi.

Ditanya hal yang membuat Hadi dan keluarga merasa menikmati mudik kali ini adalah lengangnya jalan yang mereka lalui. Menurut pengakuan keduanya, jalur yang mereka tempuh, cenderung sepi tak seperti musim angkutan mudik tahun-tahun sebelumnya.

"Terutama keluar dari Cirebon tadi itu paling kerasa sepi jalannya. Mungkin bisa jadi karena sekarang sudah banyak layananan mudik gratis, juga tol itu kan sekarang sudah bisa dipakai," sergah Erni, menerangkan.

Ditanya kendala mudik menggunakan membawa anak dengan kendaraan roda dua, baik Hadi maupun Erni mengatakan tak ada sama sekali. Mereka berujar benar-benar menikmati perjalanan ini, termasuk putra mereka yang masih balita.

"Anak anteng, nggak rewel. Apalagi kalau liat bis itu malah senang banget," lanjut Erna.

Lebih jauh, Hadi sebagai pengedara mengatakan selain kesiapan kendaraan mereka, menjaga kesehatan juga tak boleh diabaikan selama menempuh petualangan mudik kali ini. Fisik, menurutnya, harus terus dijaga meski menjalankan puasa masih wajib.

"Ini tadi di Batang sempat rehat setengah jam. Nanti di Boyolali juga mau nginep, istirahat yang cukup. Soalnya liburan juga lumayan lama sampai tanggal 20 (Juni 2018). Mohon doanya selamat pulang pergi aja mas," tandasnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore