
Hadi, Erni, dan putra mereka sesaat sebelum kembali menempuh perjalanan mudik Bekasi-Boyolali menggunakan kendaraan pribadi sepeda motor.
JawaPos.com - Pulang kampung dengan angkutan roda dua nampaknya masih jadi favorit para pemudik yang melintasi jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Salah satunya adalah pasangan suami istri Hadi, 25 dan Erni, 24, yang menempuh ratusan kilometer dari Bekasi ke Boyolali.
"Kita bertiga saja Mas, saya, istri sama anak," ujar Hadi yang mengaku bekerja sebagai karyawan swasta saat dijumpai di sebuah minimarket, dekat Terminal Mangkang, Semarang, Selasa (12/6).
Saat diwawancarai, ketiganya memang tengah beristirahat selepas menempuh panasnya jalur Pantura dari Cirebon, kediaman orangtua Hadi, hari ini, jam 07.00 Wib. Keduanya mengaku, sebelumnya berangkat dari Bekasi, Minggu (10/6) pukul 05.00 Wib.
"Nginep dulu di rumah orang tua saya dua hari. Berangkat ini pagi tadi," sambungnya.
Menjadi berbeda bagi Hadi dan keluarga lantaran ini pengalaman pertama mereka menempuh Bekasi-Boyolali menggunakan sepeda motor. Biasanya, keluarga kecil ini selalu menunggangi bus AKAP untuk pulang ke rumah orang tua Erni di Boyolali.
Sementara nampak dari kendaraan mereka yang terparkir saat itu, penuh dengan muatan barang. Macam baju ganti dan karung berisi oleh-oleh. Saking penuhnya, hampir tak menyisakan tempat bagi ketiganya sebagai ruang gerak.
"Penuh sih mas, ya mau gimana lagi. Nggak kedapetan tiket bis. Tapi nggak apa-apa kok mas, ini malah seru, kerasa juga sekarang mudiknya naik motor. Naik bis lebih ke rasa nyamannya saja," ujarnya lagi.
Ditanya hal yang membuat Hadi dan keluarga merasa menikmati mudik kali ini adalah lengangnya jalan yang mereka lalui. Menurut pengakuan keduanya, jalur yang mereka tempuh, cenderung sepi tak seperti musim angkutan mudik tahun-tahun sebelumnya.
"Terutama keluar dari Cirebon tadi itu paling kerasa sepi jalannya. Mungkin bisa jadi karena sekarang sudah banyak layananan mudik gratis, juga tol itu kan sekarang sudah bisa dipakai," sergah Erni, menerangkan.
Ditanya kendala mudik menggunakan membawa anak dengan kendaraan roda dua, baik Hadi maupun Erni mengatakan tak ada sama sekali. Mereka berujar benar-benar menikmati perjalanan ini, termasuk putra mereka yang masih balita.
"Anak anteng, nggak rewel. Apalagi kalau liat bis itu malah senang banget," lanjut Erna.
Lebih jauh, Hadi sebagai pengedara mengatakan selain kesiapan kendaraan mereka, menjaga kesehatan juga tak boleh diabaikan selama menempuh petualangan mudik kali ini. Fisik, menurutnya, harus terus dijaga meski menjalankan puasa masih wajib.
"Ini tadi di Batang sempat rehat setengah jam. Nanti di Boyolali juga mau nginep, istirahat yang cukup. Soalnya liburan juga lumayan lama sampai tanggal 20 (Juni 2018). Mohon doanya selamat pulang pergi aja mas," tandasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
