Kegiatan mudik bareng gratis yang diikuti marbot masjid, guru ngaji, dan profesi lain di Jakarta (26/3). (Humas Baznas)
JawaPos.com - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq ikut menaruh perhatian pada arus mudik 2025. Dia secara khusus mengingatkan pengelola rest area memperhatikan sampah plastik dari aktivitas para pemudik.
"Sampah harus tetap bisa ditangani dan dikendalikan. Kalau perlu dikurangi," katanya saat meninjau aktivitas mudik pada Rabu (26/3).
Dia lantas menyampaikan KLH menerbitkan surat edaran khusus terkait sampah selama masa mudik Lebaran ini. Di dalam Surat Edaran 2/2025 tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1446 H yang ditandatangani pada 14 Maret lalu, Hanif mengimbau pemerintah daerah menyukseskan mudik minim sampah.
Selain itu, harus mengawasi penanganan sampah di jalur mudik dan daerah penyangga. Pemda juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan timbulan sampah.
Kemudian juga membentuk satuan tugas khusus untuk penanganan sampah dan menugaskan unit lapangan untuk memilah dan mengangkutnya. Surat edaran yang ditujukan kepada kepala daerah itu dikeluarkan untuk mendorong penggunaan kemasan yang bisa digunakan kembali serta menghindari kemasan plastik sekali pakai.
KLH memproyeksikan penambahan timbunan sampah sekitar 72 ribu ton selama masa libur Idul Fitri 2025. Jumlah itu muncul berdasarkan prediksi 146 juta orang yang diperkirakan akan melakukan mudik.
Diantara titik krusial munculnya sampah dari para pemudik adalah di rest area jalan tol. Serta di lokasi wisata yang jadi rujukan masyarakat untuk berlibur, saat momen libur Lebaran.
Sementara itu sebanyak 850 peserta mudik gratis dilepas di kantor Baznas di Jakarta pada Rabu (26/3). Mereka terdiri atas marbot atau pengurus masjid, guru ngaji, guru pesantren atau madrasah, pendakwah, serta pedagang dan pekerja informal.
Dengan mudik gratis, diharapkan bisa meringankan beban mereka untuk menjalin silaturahmi di kampung halaman. Total ada 17 bus yang digunakan untuk mudik gratis itu. Panitia menetapkan ada dua rute utama.
Yaitu jalur pantai utara dan selatan. Para pemudik akan menuju 26 kota tujuan di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Jogjakarta.
Ketua Baznas Prof. Noor Achmad mengatakan, program itu adalah bagian dari komitmen mereka dalam memfasilitasi para Ibnu Sabil agar dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman pada momen Lebaran.
"Alhamdulillah, pada Lebaran tahun ini, kami tetap konsisten dalam memfasilitasi para Ibnu Sabil agar dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman," ujar Noor.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik, panitia turut menghadirkan pendamping dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta tenaga medis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Mereka berfokus pada pelayanan kepada para mustahik dan Ibnu Sabil.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
